Apa Itu Crowdsourcing? dan 4 Manfaat terhadap Bisnis Kamu.

Apa itu Crowdsourcing? Crowdsourcing adalah sebuah kegiatan penggalangan dana yang mengikutsertakan beberapa individu maupun kelompok baik itu skala kecil maupun besar guna mendapatkan barang atau jasa yang mereka inginkan. Berbagai macam layanan yang dapat dilakukan dengan kegiatan crowdsourcing ini.

Misal saja keahlian, ide, keuangan, ataupun waktu yang dilakukan secara daring atau online yang mana kemampuannya sangat cepat untuk saat ini.

Pengertian Crowdsourcing

Pendanaan dari crowdsourcing
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Tentunya dengan menggunakan sebuah sistem keuangan dengan cara crowdsourcing diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan seseorang. Crowdsourcing merupakan sebuah proses dalam memperoleh pendanaan atau suatu pekerjaan yang berasal dari sekumpulan orang atau kelompok dengan jumlah yang banyak melalui sistem online. Konsep dari sistem crowdsourcing sendiri berdasarkan pada tersedianya orang yang telah berpartisipasi dalam jumlah besar untuk terbentuknya sebuah pendanaan (funding).

Oleh karena itu, sebuah ide maupun kemampuan atau keahlian sangat dibutuhkan oleh para sekelompok orang yang berpartisipasi tersebut untuk menghasilkan sebuah tempat yang tepat sebagai fasilitator dalam memperoleh sebuah produk. Sehingga dari ulasan tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa crowdsourcing adalah ide maupun pilihan yang sesuai untuk menciptakan sebuah peluang paling efektif dalam hal pendanaan.

Bila terdapat sebuah usaha yang sedang memerlukan dana dalam menjalankan sebuah kegiatan, baik itu proyek maupun pekerjaan, proses marketing, dan lain sebagainya, tentunya harus memerlukan beberapa observasi terlebih dahulu terhadap sebuah produk baik itu barang ataupun jasa yang hendak dirilis. Untuk mengatasi persoalan tersebut, crowdsourcing merupakan sebuah solusi yang efektif dan pilihan yang sangat tepat.

Dari penamaannya, crowdsourcing yang berarti padat, atau bisa diartikan dengan sebuah perkumpulan banyak orang yang berperan sebagai sumber daya dalam membuat sebuah produk ataupun informasi, serta dilakukan secara handal dan profesional. Ide menggunakan sistem ini sudah ditemukan oleh Jeff Howe pada tahun 2006. Kemunculan ini berdasarkan pengamatan Howe kalau orang luar dari sebuah perusahaan mampu memberikan sebuah investasi untuk perusahaan tersebut.

Dapat diartikan kalau orang tersebut yang tidak memilik sebuah ikatan yang besar dalam perusahaan bersangkutan, akan tetapi memiliki kontribusi yang sangat besar dalam hal pendanaan yang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan proyeknya. Selain memberikan dananya, tentunya orang tersebut juga memiliki hal dalam menyumbangkan beberapa ide kreatifnya agar proyek berjalan dengan baik.

Dalam membuat sebuah konten yang baik, tentunya perusahaan tersebut tidak cukup dengan crowdsource saja dalam mengembangkan proyek tersebut. Akan tetapi, perusahaan tersebut harus melakukan sebuah promosi yang dilakukan secara berkala agar memperoleh sebuah feedback yang positif.

Manfaat utama dari sistem crowdsourcing adalah membantu sebuah sistem pemasaran bisnis agar perusahaan terset terus berkembang dengan kreativitasnya dari sumber dayanya secara handal agar memperoleh sebuah pemasaran dari barang atau jasa secara gratis. Tentunya untuk melakukan hal tersebut, pada bagian marketing terlebih dahulu harus memasarkan produknya serta menyelesaikan semua permasalahan dalam bisnis tersebut. Sehingga dampak yang diperoleh bagi perusahaan yakni menekan biaya pengeluaran sekecil mungkin untuk membayar tenaga kerjanya.

Tentunya untuk mendapatkan sebuah timbal balik dari para konsumen yang peduli akan perusahaanmu, pastinya pihak pemasaran harus mampu memanfaatkan media internet karena menggunakan sistem daring. Konsumen akan menentukan target dari perusahaanmu serta ingin melibatkan diri dalam segala hal tentang bisnis tersebut dengan tidak langsung. Selain itu, tugas crowdsourcing adalah memberi masukan-masukan agar pemasarannya dapat berjalan dengan baik.

Selain dari keuntungannya, yang perlu kamu ketahui dari crowdsourcing adalah kelemahan. Memang konsumen adalah pemegang jalannya sebuah perusahaan. Akan tetapi, sebuah perusahaan tidak bisa semaunya mengontrol mereka untuk taat terhadap sebuah peraturan yang berlaku. Apabila terdapat sebuah kesalahan kecil, yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan adalah menanganinya dengan baik agar tidak berdampak buruk kepada mereka.

Oleh sebab itu, yang harus diberikan sebuah perusahaan kepada para pelaku crowdsourcing adalah kebebasan, pengakuan, serta transparansi. Karena kebanyakan dari mereka tidak akan memanfaatkan produk atau jasa yang sedang kamu kembangkan tersebut dengan gratis.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Melakukan Crowdsourcing

Crowdsourcing adalah sistem yang mengandalkan keterbukaan dalam sebuah proyek untuk memperoleh kenyamanan bekerja sama serta berbagi agar tercapai sebuah titik yang diinginkan nantinya, apalagi kegiatan ini dilakukan secara online. Meskipun begitu, saat kamu melakukan kegiatan ini, pastikan hal-hal berikut agar diketahui dan tidak timbul sebuah kerugian nantinya.

1. Pengusaha menggunakan modal sedikit

Modal merupakan sebuah hal paling awal yang harus dipenuhi agar sebuah proyek dapat berjalan. Salah satu proses sebuah crowdsourcing adalah memperoleh sebuah modal dari investor-investor yang tergabung dalam proyek secara transparan. Tentunya, dengan melakukan hal ini, modal yang dikeluarkan oleh seorang pengusaha akan sedikit.

Namun dibalik itu semua, proyek yang harusnya berjalan dengan cepat, akan menjadi melambat karena seorang pengusaha harus fokus terhadap pencarian modal ini. Oleh sebab itu, buatlah perencanaan sedetail mungkin agar dapat memperoleh jadwal proyek yang sedikit lebih cepat dari yang direncanakan

2. Menghindari beberapa ide yang tidak diperlukan

Salah satu kelebihan crowdsourcing adalah memperoleh banyak sekali ide-ide menarik yang dapat diaplikasikan pada sebuah proyek. Karena banyak sekali ide yang muncul, tentunya tidak sedikit ide-ide tersebut belum terlaksana dan menghambat dalam mencari seorang investor yang sangat tepat dalam mendanai proyek tersebut.

Terutama pada sebuah proyek yang terlampau banyak, akan mengurangi sebagian besar investor yang telah ikut andil dalam kegiatan tersebut. Hal itu disebabkannya terlalu tinggi resiko bagi mereka untuk ditanggung apabila sebuah kerugian dari ide membangun proyek tersebut gagal saat prosesnya.

3. Crowdsourcing berdampak pada produk

Crowdsourcing memang dapat ikut serta dalam melakukan sebuah proyek perusahaan. Sehingga dari urun daya tersebut, pasti banyak sekali orang-orang yang belum terlalu kompeten di bidangnya akan ikut campur. Tentu saja hasil dari produk atau jasa yang ingin ditawarkan juga akan menurun kualitasnya.

Ada baiknya untuk merekrut beberapa orang yang sudah mahir pada bidang proyek akan kamu kerjakan ini untuk mengurangi dampak tersebut. Bahkan pada orang yang bertanggung jawab pada hal penyampaian produk tersebut, karena akan sering terjadi sebuah kesalahpahaman pada klien dalam penyampaiannya.

4. Menyesuaikan upah dari crowdworker

Upah adalah hal intern yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Tentu saja, crowdworkeradalah orang luar dari sebuah perusahaan. Oleh sebab itu, saat melakukan penawaran, sampaikan upah yang mereka dapat yang sesuai dengan keputusan bersama. Kebanyakan mereka akan menerima upah minim dibanding para pekerja yang memang legal di perusahaan yang bersangkutan.

Itulah beberapa informasi mengenai crowdsourcing dalam menemukan sebuah modal untuk berjalannya proyek perusahaan. Tentunya, sebelum menentukan sebuah crowdsourcing adalah kelebihan serta kekurangannya agar dapat diterima dengan baik dan menghindari kerugian nantinya. Pastinya sistem ini akan memiliki dampak tersendiri baik itu positif maupun negatif dari produk yang dihasilkan.

Leave a Comment