Apa itu domain? 5+ Penjelasan singkat yang sangat mudah kamu pahami.

Apa itu domain? Sesuai dengan judulnya kamu pasti pasti bertanya tanya kan?

Secara sederhananya, domain sendiri adalah alamat website. Yang mana sering kamu tuliskan di bagian URL bar browser dan biasanya memiliki akhiran berupa .com, .id, .co.id, dan .ac.id yang berfungsi untuk mengidentifikasi suatu web hosting.

Pada artikel kali ini saya akan kupas secara lengkap mahluk apa itu domain dan untuk apa sih domain itu? 🙂

Cekidot….

Pengertian Domain

apa itu domain
Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Domain selama ini telah melalui perkembangan panjang, di mana domain mulai digunakan pertama kali pada tanggal 1985 oleh sebuah perusahaan komputer yang berasal dari Massachusetts, Amerika Serikat bernama Symbolics.com.

Bagi kamu yang masih baru terjun di dalam dunia internet dan belum memahami secara baik tentang domain, domain sendiri merupakan nama yang diberikan untuk bisa mengindentifikasi sebuah jaringan yang tanpa menggunakan internet protocol (IP).

IP adalah sekumpulan instruksi numerik yang sebenarnya.

Hal ini akan mengkomunikasikan informasi secara tepat mengenai alamat dengan cara yang berguna dan diketahui oleh komputer, tetapi tidak mudah untuk dipahami oleh manusia.

Seperti yang kamu ketahui bahwa IP menggunakan angka-angka rumit yang sulit sekali untuk dihafal dalam waktu singkat.

Nama domain akan menjadi penghubung ke alamat IP. Tautan tidaklah berisi tentang informasi yang aktual, melainkan akan diarahkan ke informasi alamat IP.

Alamat IP ini bisa dianggap sebagai kode sebenarnya dan nama domain sebagai nama panggilan untuk kode tersebut.

Di internet sendiri, keberadaan domain ini sangatlah berperan penting untuk sebuah website. Yang mana nantinya akan berfungsi sebagai alamat untuk bisa memberikan kemudahan bagi para pengguna atau pengunjung dalam mencari informasi yang diinginkan.

Cara Kerja Domain

Jika kamu sudah mengetahui apa itu domain, kini saatnya bagi kamu untuk juga mengetahui bagaimana domain ini nantinya akan bekerja. 

Domain Name System (DNS) akan bekerja dengan cara menerjemahkan alamat IP yang ditetapkan menjadi nama yang lebih simpel dan mudah untuk kamu ingat, serta memiliki nama yang sama seperti yang kamu buat.

Di mana nama domain dan alamat IP akan tampil secara unik dan juga tidak bisa menggunakan duplikasi. Hal ini bisa dijamin tanpa adanya duplikasi saat email yang sudah diterima oleh penerima dan pelanggan telah mencapai situs web yang diinginkan setelah memasukkan nama domain yang benar-benar valid.

Perlu kamu ketahui juga bahwa nama domain kamu tetap tidak akan mengalami perubahan meskipun kamu melakukan pengubahan server yang menghosting situs web kamu. Hal yang perlu kamu lakukan adalah memberitahu DNS tentang server baru tersebut. Yang mana jika kamu pindah dari suatu negara, baik Indonesia, Malaysia, dan sebagainya, maka nama domain kamu tetaplah sama.

Meskipun domain memiliki nama yang unik, namun tetap saja akan sulit untuk ditemukan jika alamat-alamatnya tersebar secara tidak beraturan. Sehingga, domain-domain pun dikumpulkan dalam sebuah daftar kontak. Hal ini bisa kamu ibaratkan seperti buku telepon. Buku telepon inilah yang disebut sebagai DNS Server. Kemudian layanan web hosting kamulah yang akan melakukan pengelolaan buku telepon tersebut.

Saat domain yang kamu cari sudah ditemukan di dalam DNS server, maka browser akan memunculkan halaman sesuai dengan keinginan kamu. Tetapi jika alamat tersebut tidak juga kamu temukan, maka pencarian akan dilakukan pada DNS Server yang lain.

Apa Itu Domain Dan Subdomain?

Di mana ada domain, maka di situ juga ada subdomain. Lalu, apakah kamu tahu apa itu domain dan subdomain? Subdomain berfungsi untuk memisahkan domain lain yang menjadi bagian dari turunan domain utama yang kamu miliki. Secara umum, subdomain akan berisi tentang kata atau nama yang khusus dari kesemua website kamu. Misalnya saja blog.berbagikisah.com. Bisa kamu ketahui bahwa kata “blog” yang letaknya di depan dari kata “berbagaikisah.com” adalah yang disebut sebagai subdomain.

Penggunaan subdomain ini umumnya digunakan supaya konten yang ada di dalamnya tidak saling bercampur dengan konten utama dari website milik user. Jika kamu adalah seorang pebisnis online dan memiliki toko online, kemudian kamu juga tidak ingin sekedar promosi saja tetapi juga ingin memberikan informasi penting mengenai barang yang kamu tawarkan, maka subdomain ini bisa kamu ciptakan.

Dengan keberadaan subdomain, maka kamu bisa dengan mudah meletakkan artikel tanpa harus mengganggu tampilan dari toko online kamu. Selain itu, mesin pencarian juga akan mendeteksi subdomain sebagai suatu website yang dipandang memiliki keunikan.

Sehingga ada peluang besar bahwa peringkat subdomain bisa mengalami kenaikan dan sejajar dengan domain utama. Inilah bentuk strategi kamu untuk bisa bersaing dengan kompetitor lainnya. Jika subdomain ini bisa kamu gunakan secara baik dan benar, maka subdomain akan bisa terindeks secara cepat serta memperoleh manfaat yang besar dari domain utama. Oleh karena itu, penting sekali bagi kamu untuk mengetahui apa itu domain dan subdomain agar memahami bagaimana fungsi dan cara kerjanya untuk keberhasilan website kamu.

Di dalam subdomain sendiri terbagi menjadi tiga kategori yang berupa Top Level Domain (TLD), Second Level Domain (SLD), dan Third Level Domain (TLD). Supaya kamu lebih mudah dalam memahaminya, maka berikut ini adalah penjelasan dari ketiga kategori subdomain tersebut.

1.    Top Level Domain (TLD)

Top Level Domain (TLD) adalah ekstensi domain yang letaknya berada di belakang nama website. Secara umum, orang-orang yang biasa menggunakan internet pasti mengetahui TLD ini meskipun belum memahami bahwa hal tersebut adalah TLD.

Penggunaan TLD sendiri salah satunya karena ingin lebih mudah diingat dan sifatnya yang sudah umum digunakan. Sehingga website yang personal akan lebih memilih menggunakan TLD. Bahkan hal ini juga bermanfaat untuk website kamu, di mana TLD bisa memberikan peringkat yang lebih tinggi pada website kamu di mesin pencarian Google.

Diketahui bahwa setiap TLD memiliki tujuan penggunaannya masing-masing. Berikut adalah beberapa TLD yang populer beserta dengan penggunaannya.

  •  .com digunakan untuk situs yang bersifat komersial atau untuk suatu perusahaan.
  •  .net digunakan untuk situs sebuah jaringan.
  • .biz digunakan untuk situs suatu bisnis.
  • .info digunakan untuk situs tentang informasi.
  • .org digunakan untuk situs sebuah organisasi.
  • .tv digunakan untuk situs televisi.
  • .edu digunakan untuk situs tentang pendidikan.
  • .pro digunakan untuk situs profesi.
  • .Edu digunakan untuk situs pendidikan dan hanya terbatas untuk pendidikan saja.
  • .Mil digunakan untuk situs angkatan bersenjata atau pun militer.
  • .travel digunakan untuk situs suatu bisnis yang bergerak di bidang pariwisata.

2.    Second Level Domain (SLD)

Second Level Domain (SLD) merupakan nama domain yang sudah kamu daftarkan. Jika kamu sudah mengetahui apa itu domain, maka seharusnya kamu juga mengetahui bahwa untuk membaca domain adalah dari sisi yang paling belakang, lalu dilanjutkan ke sisi depan. Dalam sebuah conton domain berupa “berbagikisah.co.id” maka nama “berbagikisah” inilah yang disebut sebagai SLD. Secara sederhananya, SLD bisa kamu artikan sebagai nama website.

3.    Third Level Domain (TLD)

Third Level Domain (TLD) juga disebut dengan subdomain. Kamu bisa menemukannya di bagian paling depan dari suatu URL nama domain yang kamu miliki. Misalnya saja berupa www.berbagikisah.co.id, maka “www” inilah yang dikategorikan sebagai TLD.

Perbedaan TLD Dan gTLD Domain

Kamu perlu tahu bahwa terdapat dua jenis TLD atau pun ekstensi domain yang banyak digunakan, yakni berupa gTLD dan ccTLD. Namun keduanya tidaklah banyak diketahui bagaimana perbedaannya karena gTLD dan ccTLD kerap dijumpai di website dengan peringkat yang tinggi di mesin pencarian Google.

Generic Top Level Domain atau gTLD merupakan domain dengan ekstensi umum serta banyak digunakan oleh para user di dunia. Biasanya yang menggunakan domain ini bisa kamu tandai dengan adanya akhiran yang berupa .com, .net, .biz, .org, .edu, dan masih banyak lagi.

Kemudian Country Code Top Level Domain atau ccTLD adalah domain yang membawa identitas negara serta menunjukkan isi dari website tersebu yang ditujukan untuk masyarakat di negara yang bersangkutan. Kamu bisa mengetahuinya dari akhiran yang berupa .id, .sg, dan .au.

Ada banyak variasi domain yang ada di Indonesia dan digunakan pada beberapa lembaga maupun perusahaan dalam upaya melengkapi URL website. Misalnya saja berupa .co.id yang digunakan untuk suatu organisasi komersial dan hanya dikhususkan bagi perusahaan yang bersangkutan.

Kemudian .ac.id yang digunakan untuk lingkungan akademik atau pun suatu perguruan tinggi dengan ketentuan dan kebijakan yang sudah ditentukan. Lalu juga ada .sch.id yang digunakan untuk sekolah atau akademik, dan .web.id yang digunakan oleh personal maupun suatu organisasi di Indonesia.

Addon Domain Dan Parking Domain

Kurang sempurna rasanya jika kamu hanya mengetahui apa itu domain dan subdomain saja. Tetapi penting juga untuk mengetahui tentang addon domain dan parking domain. Dengan adanya addon domain, hal ini bisa untuk menambahkan website lain yang berbeda dari domain utama. Kamu bisa memanfaatkannya untuk lebih menghemat biaya karena tidak perlu membeli hosting lagi saat akan menambah website baru.

Namun, untuk bisa menggunakan addon domain, kamu harus memastikan bahwa domain kamu sudah aktif. Saat domain tambahan kamu buat, maka otomatis subdomain dari domain utama kamu juga akan dibuat. Misalnya saja domain utama kamu adalah berbagikisah.com dan domain tambahan kamu adalah kisahanak-anak.com, maka saat membuat berbagikisah.com maka ada subdomain dengan nama kisahanak-anak.berbagikisah.com.

Agar kamu lebih mengetahui apa itu addon domain dan parking domain, maka berikut ini adalah penjelasan keduanya.

1.    Addon Domain

Addon domain atau “domain tambahan” tentunya memiliki fungsi yang berbeda dengan parking domain. Di mana addon domain yang kamu masukkan akan berfungsi seperti website baru dan berbeda dengan website utama yang ada di account hosting kamu.

Bahkan addon domain ini bisa bermanfaat jika kamu ingin mengaktifkan beberapa situs dalam satu account hosting. Website yang dihosting sebagai addon domain maka juga akan sharing resources storage dengan website utama yang dihosting pada account yang sama.

Secara istilah, addon domain adalah domain yang ditambahkan setelah kamu memiliki domain utama. Tetapi dari cara kerjanya tidaklah sama antara addon domain dengan subdomain. Subdomain masih menggunakan nama domain utama kamu, sedangkan addon domain bisa menjadi domain independen dengan konten yang berbeda. Nantinya domain ini akan tergabung ke dalam sub-direktori di folder public_html web hosting kamu.

Tetapi biasanya hal ini tidaklah disadari oleh para pengunjung website jika domain tersebut adalah addon domain. Hal ini karena tampilannya yang menyerupai website dengan domain terpisah. Ketika kamu menggunakan addon domain, maka berikut ini adalah beberapa keunggulan yang bisa diperoleh.

Tidak Perlu Membuat Akun Hosting Baru

Inilah keuntungan jika kamu menggunakan addon domain, di mana kamu tidak perlu repot-repot untuk membuat hosting baru. Hal ini pastinya akan sangat memudahkan kamu, karena di dalam pembuatan account hosting baru membutuhkan waktu yang tidak sebentar serta akan menggunakan dana yang berlebih.

Bisa Menggunakan Resources Yang Sama

Keunggulan lainnya yang bisa kamu dapatkan saat menggunakan addon domain, maka kamu bisa menggunakan resources yang sama. Sehingga nantinya urusan space, bandwith, dan sebagainya akan sama dengan website yang utama.

Tersedia Fitur Yang Dibuat Otomatis

Dalam addon domain memiliki fitur-fitur yang menarik dan siap kamu gunakan. Misalnya FTP Manager, Cgi-bin, website statistic, serta fitur lainnya. Lebih hebatnya, fitur yang diberikan tersebut bisa terpasang secara otomatis.

Bisa Diakses Dengan Beberapa Alamat

Ketika menggunakan addon domain, maka hal ini akan membantu kamu untuk bisa mengaksesnya dari mana saja. Ini tentunya bisa memberikan kemudahan pada kamu yang memiliki website dengan target penjualan dan pengunjung di setiap bulan.

2.    Parking Domain

Setelah mengetahui addon domain, kemudian ada parking domain yang digunakan untuk melakukan penyimpanan yang lebih dari satu nama domain di website yang sama. Di mana parking domain akan menampilkan konten yang sama di website sebagai domain utama sebuah akun hosting.

Parking domain ini juga bisa kamu gunakan untuk membuat akun email. Sehingga, setelah kamu mengetahui apa itu domain, maka parking domain ini bisa menjadi pilihan terbaik ketika kamu hendak menggunakan domain hanya untuk email.

Untuk cara kerja parking domain adalah jika kamu memiliki domain utama berbagikisah.com, lalu kamu membuat domain berbagikisah.net. Kemudian pengunjung yang mengakses berbagikisah.net akan melihat isi dari halaman yang sama dengan domain berbagikisah.com. Tetapi jika ada link pada website tersebut, maka nantinya akan diarahkan kembali ke domain utama kamu.

Ketika kamu menggunakan parking domain, maka keunggulan yang bisa didapatkan adalah kamu tidak perlu hosting. Ketika kamu mempunyai beberapa domain yang menarik dan melewati lalu lintas, kemudian membuat situs web sederhana dengan konten-konten yang bermanfaat, maka pilihannya akan lebih baik. Di mana tidak hanya situs web yang akan diindeks pada mesin pencarian.

Kamu yang mengunjungi domain ini akan memperoleh beberapa konten yang bermanfaat dan tidak ingin cepat-cepat meninggalkan situs tersebut. Hal ini juga memungkinkan kamu untuk meletakkan beberapa iklan di website pribadi kamu.

Jadi, apa itu domain adalah alamat yang mempermudah kamu untuk membawa ke situs yang akan dikunjungi. Dengan begitu, kamu pun tidak perlu membuang-buang waktu dan bersusah payah menghafalkan alamat IP yang sulit tersebut. Untuk bisa memiliki domain, maka kamu perlu mendaftar terlebih dahulu.

Leave a Comment