Apa itu Inflasi? 5+ Detail inflasi yang kamu harus tahu!!

Mengenal Lebih Dekat Tentang Apa Itu Inflasi

Kamu pasti tidak asing lagi dengan kata inflasi. Istilah ini sering sekali disebutkan di media, baik media cetak, media elektronik, hingga media sosial.

Meskipun kerap dibahas, namun tahukan kamu apa itu inflasi? Karena inflasi ini biasanya mampu memunculkan masalah perekonomian di suatu negara yang membuat masyarakat merasakan kesulitan.

Pengertian Inflasi

Pernahkah di suatu kondisi kamu merasakan mahalnya kebutuhan pokok?

Misalnya saja cabai, bawang merah, dan telur.

Kebutuhan-kebutuhan pokok tersebut mengalami kenaikan harga secara terus-menerus. Kenaikan harga bahan pokok berupa bawang merah dan cabai disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan.

Dengan begitu, hal ini pun membuat hasil dari tanaman-tanaman tersebut menjadi turun. Sedangkan di sisi lain banyak masyarakat yang membutuhkannya. Naiknya harga bawang merah dan cabai ini mampu menjadi penyebab dari timbulnya inflasi.

Dari kenaikan harga bahan pokok pastinya akan memberikan dampak negatif berupa kerugian yang dialami oleh beberapa pihak.

Misalnya saja para pedagang seperti pedagang sayuran dan makanan yang menggunakan bahan-bahan tersebut serta konsumen. Oleh karena itu, peran dari pemerintah sangatlah penting dalam upaya mengendalikan laju inflasi.

Sehingga jika bisa kita artikan, arti inflasi sendiri adalah kenaikan harga secara umum dan terjadi terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Perlu kamu ketahui, bahwa kenaikan harga pada satu atau dua barang saja tidak bisa kamu anggap sebagai inflasi. Kecuali jika naiknya harga tersebut terjadi secara luas dan berdampak pada barang lainnya.

Pengertian Inflasi Menurut Ahli

Selain itu, kamu juga perlu tahu pengertian inflasi yang disampaikan oleh para ahli. Pengertian inflasi dijelaskan secara berbeda-beda oleh para ahli. 

Menurut Sukwiaty, dkk (2009), inflasi merupakan suatu proses atau kejadian yang tidak berhubungan dengan tinggi rendahnya harga. Sehingga, janganlah berpendapat jika harga suatu barang tinggi, maka hal itu berarti inflasi juga tinggi. Inflasi berlangsung jika proses kenaikan harga berjalan secara terus-menerus dan saling memengaruhi.

Menurut Bambang dan Aristanti (2007), inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga umum yang terjadi secara terus-menerus. Dengan adanya inflasi, maka bisa menimbulkan penurunan dari daya beli masyarakat. Kondisi terseut disebabkan di dalam inflasi akan terjadi penurunan tingkat pendapatan pada tiap individu.

Menurut Gerald J. Thuesen dan W.J. Fabrycky, inflasi adalah suatu keadaan yang menunjukkan adanya sebuah perubahan atas tingkat harga di dalam kegiatan perekonomian.

Lalu menurut Weston dan Sopeland, apa itu inflasi adalah sebuah kondisi dalam bidang ekonomi yang sedang mengalami  kenaikan pada tingkat  harga paling tinggi dan tidak bisa dicegah atau pu dikendalikan kembali.

Penyebab Inflasi

Terjadinya inflasi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut adalah beberapa penyebab inflasi yang perlu kamu ketahui.

1. Inflasi Disebabkan Oleh Permintaan

Inflasi yang disebabkan oleh permintaan atau demand pull inflation terjadi karena permintaan atau pun daya tarik masyarakat yang tergolong kuat terhadap suatu barang.

Di mana adanya keinginan yang berlebih dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memiliki banyak barang dan jasa di pasaran untuk dimanfaatkannya. Namun karena keinginannya berlebihan, maka permintaan pun menjadi bertambah, di sisi lain penawaran dalam kondisi tetap. Pada akhirnya membuat harga menjadi naik.

2. Inflasi Disebabkan Oleh Bertambahnya Peredaran Uang

Seperti yang pernah saya ketahui dari suatu sumber bahwa kaum klasik menyatakan ada keterkaitannya antara jumlah uang yang beredar dengan harga-harga. Jika jumlah barang adalah tetap, namun jumlah uang yang beredar justru lebih besar dua kali lipat, maka hal ini membuat harga barang menjadi lebih mahal hingga dua kali lipat.

3.  Inflasi Disebabkan Oleh Naiknya Biaya Produksi

Dorongan kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu tertentu dan terjadi secara terus menerus juga bisa menimbulkan inflasi. Biasanya inflasi karena naiknya biaya produksi disebabkan oleh desakan biaya faktor produksi yang terus mengalami kenaikan.

4. Inflasi Campuran

Inflasi campuran atau mixed inflation dapat terjadi karena adanya kenaikan penawaran dan permintaan. Di mana telah terjadi ketidak seimbangan antara penawaran dan permintaan tersebut. Saat permintaan pada suatu barang atau jasa bertambah, maka hal ini membuat persediaan barang dan faktor produksi menjadi turun.

Sedangkan pengganti atau substitusi untuk barang danjasa dalam kondisi yang terbatas atau bahkan tidak ada. Dari kondisi yang tidak seimbang inilah kemudian menyebabkan harga barang dan jasa mengalami kenaikan. Jika inflasi ini terjadi, maka pengendaliannya akan sulit saat kenaikan supply pada suatu barang atau jasa lebih tinggi atau setara dengan permintaan.

5.  Inflasi Disebabkan Struktural Ekonomi Yang Kaku

Inflasi ini terjadi ketika produsen tidak mampu mencegah secara cepat kenaikan permintaan yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk. Sehingga permintaan sulit untuk dipenuhi ketika ada pertumbuhan jumlah penduduk.

Jenis-Jenis Inflasi

Setelah mengetahui apa itu inflasi, kamu juga perlu tahu bahwa inflasi ini jika dilihat dari tingkatannya maka dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut.

1. Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan

a. Inflasi Ringan

Inflasi ini cukup mudah untuk dikendalikan serta tidak menimbulkan efek yang besar pada perekonomian negara. Biasanya terjadi peningkatan harga barang atau jasa secara umum yang persentasenya di bawah 10% per tahun.

b. Inflasi Sedang

Inflasi ini memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berpenghasilan tetap. Namun perubahan yang ada di antara 10 – 30% masih bisa dikendalikan dan belum terlalu berbahaya bagi perekonomian.

c. Inflasi Berat

Inflasi ini terjadi saat masyarakat lebih memilih menyimpan dan tidak memilih untuk menabung. Hal ini karena jumlah bunga yang lebih rendah daripada nilai inflasi. Persentasenya ada di antara 30 – 100% per tahun. Sehingga menimbulkan dampak negatif pada perekonomian negara.

d. Inflasi Sangat Berat

Inflasi ini terjadi di angka 100% ke atas tiap tahun. Hal ini membuat perekonomian negara menjadi kacau. Sehingga sulit untuk dikendalikan walaupun sudah diberlakukan kebijakan moneter dan fiskal.

2. Inflasi Berdasarkan Sumbernya

–        Domestic Inflation

Inflasi ini berasal dari dalam negeri yang terjadi karena jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibandingkan dengan yang dibutuhkan. Selain itu juga dikarenakan jumlah barang atau jasa yang mengalami penurunan, tetapi permintaannya tetap.

–        Imported Inflation

Inflasi ini berasal dari luar negeri dan biasanya teradi di negara yang perdagangannya bebas. Misalnya saja saat ada kenaikan harga modal pada harga barang yang diimpor oleh suatu negara.

Dampak Inflasi

Saat inflasi menyerang suatu negara, kamu bisa melihat di pemberitaan bahwa hal ini memberikan dampak yang cukup besar pada masyarakat, baik itu dampak negatif serta dampak positif.  Apa saja dampak tersebut?

1.    Membuat Masyarakat Tidak Mau Menabung

Saat terjadi inflasi, maka hal ini mampu membuat masyarakat tidak ingin menabung. Hal ini karena bunga tabungan yang terlalu kecil dibandingkan inflasi. Sedangkan pembayaran biaya administrasi masih tetap diberlakukan.

2.    Ekspor Suatu Negara Yang Lemah

Inflasi ternyata mampu membuat ekspor di suatu negara menjadi lemah. Di mana daya saing barang ekspor umumnya mengalami penurunan dan menyebabkan berkurangnya devisa negara.

Jika inflasi terjadi, maka biaya ekspor pun menjadi mahal dan membuat kemampuan ekspor menjadi lemah.

3.    Sulit Menetapkan Harga Pokok Dan Harga Jual

Persentase yang terjadi di masa depan secara umum tidaklah bisa diprediksi secara akurat. Sehingga membuat proses untuk menetapkan harga pokok serta harga jual juga menjadi tidak akurat.

4.    Adanya Kemungkinan Peningkatan Ekonomi

Inilah dampak positif yang ditimbulkan oleh terjadinya inflasi pada kondisi-kondisi tertentu. Di mana saat terjadi inflasi lunak, hal ini mampu mendorong para pengusaha untuk memperluas produksinya dan membuat perekonomian menjadi meningkat.

Contoh Dampak Inflasi

Kamu sudah mengetahui sebelumnya bahwa dampak dari munculnya inflasi ini bisa berupa dampak yang negatif maupun dampak positif.

Secara realita, dampak negatif dari terjadinya inflasi yang kerap dialami oleh masyarakat misalnya seperti kemunculan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, ada banyak proyek pembangunan yang mangkrak atau macet kemudian ditelantarkan begitu saja, dan yang pasti harga kebutuhan pada barang dan jasa juga mengalami kenaikan.

Di samping itu, kamu juga berkesempatan untuk menikmati hadirnya inflasi. Di mana peredaran barang di pasaran menjadi lebih cepat serta keuntungan para pengusaha bisa meningkat karena produksi barang yang bertambah.

Kemudian bagi para pencari kerja juga memiliki kesempatan lagi karena investasi yang bertambah. Selain itu jika inflasi yang terjadi ringan, maka hal ini bisa meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang termotivasi untuk giat bekerja, melakukan investasi, dan menabung.

Teori Inflasi

Setelah kamu mendapatkan penjelasan secara singkat tentang apa itu inflasi, mungkin kamu akan bertanya-tanya kenapa inflasi itu bisa terjadi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kamu perlu mengetahui teori-teori dari inflasi.

1.    Teori Kuantitas

Berdasarkan teori ini menjelaskan bahwa semakin banyak uang yang beredar di masyarakat, maka hal tersebut membuat berbagai harga barang dan jasa juga turut mengalami kenaikan.

2.    Teori Keynes

Dari teori Keynes menjelaskan bahwa inflasi bisa terjadi jika terdapat suatu golongan masyarakat  yang ingin hidup dengan melebihi batas kemampuan ekonominya dengan cara membelanjakan barang dan jasa yang berlebihan. Ini pun sesuai dengan hukum ekonomi, yang mana semakin banyak permintaan sedangkan penawaran tetap, maka harga-harga pun mengalami kenaikan.

3.    Teori Struktural

Dalam teori Struktural menyebutkan bawah inflasi bisa terjadi ketika produsen tidak bisa mengantisipasi secara cepat terjadinya kenaikan pada permintaan karena adanya penambahan jumlah penduduk.

Indikator Inflasi

Dari beberapa kasus yang terjadi, saya ketahui bahwa indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks harga Konsumen (IHK).

Di mana perubahan yang terjadi pada IHK dari waktu ke waktu menunjukkan adanya pergeseran harga dari paket barang dan jasa yang digunakan oleh masyarakat.

Untuk menentukan barang dan jasa di dalam keranjang IHK dilakukan dengan dasar pada Survei Biaya Hidup (SBH) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Kemudian BPS yang akan melihat terjadinya perkembangan harga dari barang dan jasa setiap bulan di berbagai kota, pasar tradisional dan modern untuk beberapa jenis barang dan jasa di setiap kota tersebut.

Selain IHK, indikator lainnya yang berdasarkan pada International Best Practice adalah berupa Indek Harga Perdagangan Besar (IHPB) dan Deflator Produk Domestik Bruto (PDB).

Cara Mengatasi Inflasi

Kamu sekarang sudah tahu apa itu inflasi, maka kamu pun juga harus tahu cara mengatasinya. Untuk bisa mengatasi inflasi, maka ada beberapa kebijakan yang bisa diusahakan. Berikut adalah beberapa kebijakan yang perlu kamu ketahui.

1.    Kebijakan Moneter

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan moneter dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan moneter ini berupa politik diskonto, menaikkan cadangan kas, operasi pasar terbuka, kredit selektif, dan politik sanering.

2.    Kebijakan Fiskal

Untuk mengaplikasikan kebijakan ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan, diantaranya dengan cara menaikkan tarif pajak, mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah, serta melakukan pinjaman pemerintah.

3.    Kebijakan Non Moneter

Begitu pun dengan kebijakan non moneter yang juga bisa dilakukan dengan beberapa cara berupa menaikkan hasil produksi, pengawasan harga, serta menetapkan kebijakan upah.

Cara Menghitung Laju Inflasi

Untuk melakukan penghitungan laju inflasi, biasanya dengan menggunakan pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) atau pun Consumer Price Indeks (CPI).

Pemerintah biasanya menggunakan IHK sebagai indikator untuk mengukur inflasi di negara Indonesia. Lalu GNP deflaktor adalah rasio GNP pada tahun tertentu pada GNP rill di tahun selanjutnya.

Hal tersebut merupakan ukuran inflasi dari periode saat harga dasar untuk perhitungan GNP riil digunakan sampai GNP yang sekarang.

Dalam melakukan perhitungan ini caranya adalah dengan mengikusertakan semua barang yang telah diproduksi. Dengan IHP juga turut mengukur harga barang yang dibeli produsen, termasuk bahan mentah serta bahan setengah jadi.

Selain itu, IHK juga digunakan untuk melakukan pengukuran indeks harga di awal distribusi. Di mana kamu bisa mencarinya dengan rumus berikut ini.

IHK = Pn/Po × 100

Keterangan:

Pn = harga sekarang

Po = harga di tahun dasar

Inflasi Di Indonesia

Selama ini beberapa negara telah mengalami inflasi, tidak terkecuali dengan Indonesia. Apakah kamu tahu apa yang menyebabkan terjadinya inflasi di Indonesia? Ada beberapa penyebab yang membuat Indonesia mengalami inflasi, diantaranya karena:

1.    Peningkatan Kebutuhan

Terjadinya perkembangan ekonomi yang cepat mampu meningkatkan harga properti mencapai 30% dan hal ini berdampak pada peningkatan kebutuhan yang tinggi.

2.    Inflasi Dorongan Biaya

Biaya perusahaan yang meningkat bisa memberikan dampak pada konsumen. Inflasi dorongan biaya ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti peningkatan upah, bahan baku, harga impor, dan pajak yang harus dikeluarkan.

3.    Mencetak Uang Dalam Jumlah Banyak

Perlu kamu ketahui bahwa Indonesia pernah mencetak uang dalam jumlah yang banyak. Akibat dari keputusan ini membuat uang yang beredar di masyarakat otomatis juga banyak. Karena jumlah uang yang beredar akan berpengaruh dalam penentuan harga.

4.    Harga Rumah Yang Meningkat

Tanpa kamu sadari, terjadinya kenaikan harga rumah atau pun properti mampu untuk memunculkan terjadinya inflasi di suatu negara.

Hal inilah yang terjadi di Indonesia. Ketika harga rumah naik, maka harta seseorang otomatis juga naik jika rumah tersebut dijualnya. Jika kekayaan bertambah, maka demand suatu barang akan naik dan menimbulkan demand-pull inflation atau inflasi yang disebabkan oleh permintaan.

Melalui penjelasan tersebut, diharapkan kamu semakin memahami apa itu inflasi. Sehingga nantinya kamu lebih mudah mengikuti setiap informasi terkait inflasi dan juga mendukung proses pembelajaran kamu.

Leave a Comment