9+ Panduan Cara Memulai Bisnis Fashion Kamu (2021)

Apa sih alasan yang membuat bisnis fashion semakin digandrungi?

Bisnis fashion termasuk salah satu bisnis yang nggak ada matinya. Kenapa Saya bilang begitu?

Ya, karena satu-satunya alasan yang membuat bisnis ini tetap laris ialah karena fashion selalu mengalami perkembangan dan perubahan tren seiring waktu.

Selain itu, baju atau celana sebagai salah satu produk fashion merupakan kebutuhan paling mendasar bagi manusia.

Lalu, bagaimana cara memulai bisnis fashion?

Hal yang harus diperhatikan pertama kali bagi calon owner bisnis fashion ini ialah Kamu harus tahu perkembangan trend fashion dari waktu ke waktu.

Pastikan Kamu membaca atau mencari referensi mengenai tren fashion masa kini yang digandrungi anak muda/remaja maupun orang dewasa. Namun tentunya, Kamu juga harus tahu target market yang Kamu pilih.

Jika tidak, maka jangan menyesal jika nantinya bisnis Kamu mengalami kegagalan akibat kurangnya edukasi mengenai bisnis di bidang fashion ini.

Tutorial Cara Memulai Bisnis Fashion Mudah

Mengingat pentingnya trik untuk memulai usaha di bidang fashion, maka Saya akan berikan beberapa poin yang harus disimak, berikut ini :

1. Riset Produk Terlebih Dahulu

Mengingat banyaknya produk fashion yang bisa Kamu pilih untuk dijual. Tentu saja, hal pertama yang harus dilakukan ialah meriset produk terlebih dahulu. Kenapa langkah ini sangat penting? Ya, mengingat Kita tidak bisa memilih suatu produk hanya mengikuti asumsi sendiri saja. 

Kamu perlu data yang sesuai kondisi pasar. Sehingga produk yang Kamu pilih berikutnya bisa diterima pasar. 

Berikut ada beberapa metode yang dapat Kalian lakukan perihal riset produk itu sendiri, diantaranya :

a. Amati Tren Pasar

Seperti yang sudah Saya bahas di atas, bahwa mengetahui perkembangan atau tren fashion terkini penting sekali peranannya.

Di bawah ini ada cara-cara yang dapat Kamu lakukan untuk melakukan analisa tren fashion itu sendiri :

– Lakukan Pengecekan di Google Trends

Google Trends adalah fitur bawaan Google yang bisa menganalisis jumlah pencarian dengan cepat untuk keyword tertentu. Selain itu, Kamu juga dapat membandingkan lebih dari satu jenis produk guna mendapatkan produk yang paling banyak dicari.

Misalnya kamu ingin membuat produksi produk fashion kamu lalu kemudian kamu binung yang mana lebih banyak dicari antara jaket dan sweater. Dan voila kamu dapat salah satu jawabanya.

– Lakukan Pengecekan di Sosial Media

Di samping mengamati tren produk di Google, Kamu juga bisa melihat tren yang ada di media sosial.

Dari sanalah Kamu dapat menemukan berbagai macam video atau foto produk fashion tertentu yang banyak dilihat dan diulas beberapa influencer atau orang.

Bagaimana caranya? Kamu hanya perlu mengetikkan kata kunci produk yang ingin dicari menggunakan hashtag (#) pada tab pencarian. Misal pada instagram kamu bisa ketik #kaos dan akan mendapatkan hasil gambar menggunakan tag tersebut

Selain itu, di tab top sendiri Kamu dapat melihat produk kata kunci yang lebih banyak mendapatkan like-nya.

– Lakukan Survey Langsung

Cara memulai bisnis fashion selanjutnya ialah tentu saja harus melakukan survey secara langsung ke konsumen. Hal ini bertujuan agar Kamu mengetahui apa saja produk yang disukai dan diperlukan konsumen.

Caranya buat survey sederhana via online seperti menggunakan google form agar lebih gampang dan praktis dikerjakan.

Kamu bisa menggunakan beberapa platform media sosial saat menyebarkan survey tersebut.

2. Tentukan Target Pasar

Poin ini juga sebenarnya sudah Saya jelaskan diatas, sebagai pemula Kamu harus tahu target pasar bisnismu.

Jika Kamu mengetahui target marketmu, maka Kamu pun dapat menciptakan produk fashion tertentu yang dibutuhkan oleh konsumen atau khalayak ramai.

Selain itu, peranan target pasar lainnya juga bisa membantumu melakukan strategi marketing produk yang sesuai.

Apa sih yang dimaksud dengan target pasar? Kamu yang masih pemula tentu masih bertanya-tanya, apa itu target pasar?

Sebenarnya target pasar itu ialah orang yang Kamu jadikan target untuk menjual produk fashionmu.

Nah, target pasar inilah yang nantinya mempunyai karakteristik sama, entah itu dilihat dari demografi, kebiasaan, dan sebagainya.

Ada beberapa cara untuk mengenali target market usahamu, dengan metode berikut ini :

a. Melalui Asumsimu Sendiri

Kamu bisa berasumsi untuk memperkirakan siapa sih target market yang berpotensi?

Contohnya, Kamu menjual produk fashion baju muslim wanita.

Nah, siapa saja kira-kira orang yang tertarik membeli produkmu? Apakah itu untuk ibu rumah tangga atau mahasiswa?

b. Ketahui Pesaingmu

Kamu bisa coba melihat produk-produk yang ditawarkan kompetitor/pesaingmu. Lalu coba menganalisa, siapa sih target konsumennya?

Kamu juga dapat mencari celah lalu menciptakan produk serupa yang lebih baik atau unggul dibandingkan kompetitormu.

c. Lakukan Pendekatan Dengan Konsumen

Kenapa poin yang satu ini penting? Ya, dengan melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan konsumen secara langsung, maka Kamu bisa mengetahui target pasarmu dengan baik.

Jadi, tidak ada salahnya jika Kamu meminta saran tentang bisnis fashion ke partner kerja atau teman terdekatmu.

Apa saja sih produk fashion kesukaan mereka? Lalu, berapa harga jual yang pantas diberikan? Lalu, apa saja warna yang paling banyak disuka? dan lain sebagainya

3. Lirik Pesaing Bisnismu

Kamu mungkin penasaran, kenapa sih kita harus tahu betul tentang kompetitor kita?

Ya, apapun bisnis yang Kamu mulai, tidak terkecuali di bidang fashion, Kamu harus mempelajari kompetitor.

Apa saja yang harus dipelajari dari kompetitor?

Cari kekurangan dan kelebihan produk mereka, bagaimana metode marketing yang mereka gunakan dan bagaimana sistem distribusi atau penyaluran produk mereka?

Berdasarkan informasi di atas, maka Kamu bisa menciptakan produk yang memiliki daya saing tinggi.

Dalam mempelajari pesaingmu, berikut langkah-langkah cara yang dapat Kamu lakukan berikut :

a. Mengkategorikan Kompetitor

Kita tahu bahwa bisnis di bidang fashion memiliki banyak sekali kompetitor. Nah, untuk lebih spesifiknya, maka tak ada salahnya jika Kamu mengelompokkan atau mengategorikan kompetitor, seperti berikut :

  • Kompetitor utama, yaitu usaha yang mempunyai target market sama seperti target market usahamu. Misalnya saja, Kamu dan pesaingmu sama-sama memproduksi fashion kemeja formal wanita dewasa.
  • Kompetitor sekunder, yaitu usaha yang bergerak di bidang penjualan produk fashion yang sama,  namun target market-nya berbeda. Contohnya, Kamu punyai usaha tas wanita, sedangkan kompetitormu bergerak di bidang penjualan tas ransel pria.
  • Kompetitor tersier, yaitu usaha yang secara tidak langsung bersaing dengan target marketmu. Akan tetapi, mereka menghasilkan sebuah produk yang memiliki kaitan langsung dengan hasil produkmu.

b. Mempelajari Produk Pesaingmu

Sesudah mengkategorikan kompetitor, maka Kamu bisa lebih fokus terhadap beberapa pesaing. Khususnya pesaing utamamu.

Nah, coba pelajari tentang produk kompetitormu. Kamu bisa perhatikan apa saja kelemahan dan keunggulan produk yang dijual kompetitor.

Lalu jadikan kelemahan produk kompetitor untuk membuat produk serupa yang lebih baik. Dengan menjual atau memproduksi sesuatu yang tak dimiliki kompetitormu, maka Kamu berpeluang untuk memenangkan pasar. 

Contohnya, sesudah mempelajari produk dari kompetitormu, Kamu dapat mengetahui jika bahan baku yang digunakan kompetitormu kurang bagus.

Kamu pun bisa memproduksi produk yang bahannya lebih berkualitas dibandingkan pesaingmu.

c. Kunjungi Web Kompetitor

Penting sekali mengunjungi web pesaingmu. Kenapa?

Karena Kamu bisa memperhatikan websitenya lebih detail. Seperti tampilan webnya, gambaran setiap produknya hingga kecepatan akses loading web tersebut. 

Berdasarkan hasil analisa tersebut, maka Kamu dapat membuat web toko online yang lebih professional dibandingkan web online shop kompetitor.

d. Coba Lihat Ulasan Pembeli Kompetitor

Tak ada salahnya jika Kamu juga mencoba melihat review atau testimoni pelanggan terhadap toko kompetitor.

Berdasarkan ulasan produk inilah, Kamu akan memperoleh informasi tentang kekurangan dan kelebihan kompetitor.

e. Mulai Bandingkan Harga Produk Pesaing

Cara memulai bisnis fashion selanjutnya ialah cobalah membandingkan harga jual produk kompetitor.

Alasannya karena harga masih menjadi patokan konsumen saat membeli produk yang mereka inginkan.

Sehingga, sangat penting untuk membandingkan harga jual produk kompetitor yang ada. Jadi, pastikan Kamu mengetahui kisaran harga jual produk di pasaran!

4. Ciptakan Business Plan

Jika Kamu sudah mendapatkan gambaran detail mengenai produk yang akan dijual, dengan mengenali target sampai menganalisa kompetitor, kini saatnya Kamu merencanakan bisnis secara konkret.

Sistem perencanaan bisnis ini dapat dikatakan sebagai sebuah konsep usahamu. Business plan yang Kamu buat nantinya bisa menjadi pedomanmu saat menjalankan usaha fashion. Maka dari itu, pastikan Kamu membuatnya dengan baik, mudah dipahami dan lebih detail.

5. Mulai Persiapkan Modal atau Dana Usaha

Hal yang tak kalah penting dalam cara memulai bisnis fashion ialah ketersediaan modal atau anggaran.

Akan tetapi, modal banyak atau sedikit bukanlah penentu satu-satunya kesuksesan usaha fashionmu.

Hal yang terpenting ialah kamu harus pintar-pintar untuk mengelola budget dalam memulai usaha fashion itu sendiri. Karena itu, Kamu wajib membuat rincian mengenai anggaran pengeluaran dengan tepat. Catat semua rencana biaya operasional atau pengeluaran usahamu. 

6. Coba Mulai dari Kecil Terlebih Dahulu

Jika Kamu masih start up di bisnis fashion dan memiliki anggaran yang tidak terlalu besar, maka tidak ada salahnya Kamu memulai usaha fashion dari yang modalnya ringan alias kecil terlebih dahulu.

Hal ini mengingat banyaknya pesaing di bidang bisnis fashion sendiri membuatmu harus tetap berjalan perlahan untuk mengenali pasar lebih jauh.

7. Persiapkan Produk Fashionmu

Produk fashion yang Kamu tawarkan harus bisa bersaing dengan para kompetitor, jadi sebisa mungkin Kamu melakukan pembaruan pada produkmu agar terlihat menarik dan lebih unggul dibandingkan kompetitor.

Ini penting, karena usaha di bidang fashion sangat banyak sekali jadi pastikan Kamu memiliki alasan agar konsumen tertarik terhadap produk yang Kamu jual.

Karenanya penting sekali membuat produk original berkualitas.

Dalam mendapatkan produk original ini, Kamu harus memikirkan tentang desain produknya yang unik tapi dicari, terbuat dari bahan-bahan pilihan yang berkualitas, serta mencari produsen yang mampu memproduksi produk yang Kamu inginkan jika memang Kamu berniat menjadi reseller atau distributor.

Bagaimana cara menciptakan produk berkualitas yang seharusnya? Coba perhatikan beberapa poin di bawah ini :

a. Desain Produk Fashion

Membuat produk berkualitas tentu saja harus dimulai dengan merancang terlebih dahulu. Melalui informasi, pengetahuan dan riset produk yang sudah Kamu lakukan, Kamu pun dapat membuat produk fashion yang diminati oleh banyak orang. 

Dalam desain produk ini, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya :

Style Desain Fashion Sendiri

Dengan banyaknya produk fashion di pasaran, Kamu tentu harus memiliki produk pembeda yang lebih unggul dibandingkan kompetitor.

Pembeda ini berasal dari style khas atau ciri khas produk yang Kamu tawarkan. Dengan memiliki style tersendiri, membuat pelanggan pun lebih mudah mengenal dan mengingat produkmu.

– Pilih Warna-warna yang Sedang Tren

Pemilihan warna sebenarnya sangat penting untuk dipertimbangkan. Sebab pemilihan warna ini menjadi penentu dalam pembelian produk.

Kamu bisa memilih warna-warna sesuai konsep produk bisnis yang sudah dibuat sebelumnya. Kamu juga dapat menentukan pilihan warna sesuai tren saat ini. 

– Pilih Bahan Berkualitas

Bagamanapun, kualitas produk sering menjadi faktor penentu kepuasan konsumen. Menurut para ahli sendiri, kualitas produk adalah faktor utama yang memunculkan kepuasan pelanggan.

Untuk itu sangat penting melakukan pemilihan bahan baku yang berkualitas dan sesuai.

b. Mencari Produsen

Setelah Kamu mendesain produk dan menentukan bahan terbaik, kini saatnya merakit produk tersebut menjadi sesuatu yang berkualitas.

Jika kamu memilih produk pakaian, maka Kamu tidak perlu harus menjahitnya sendiri. Kamu bisa bekerja sama dengan jasa konveksi terbaik dan professional yang dapat diandalkan.   

8. Ciptakan Desain Logo Merk Fashion Sendiri

Tips penamaan nama atau brand perusahaan

Kenapa harus menciptakan desain logo brand sendiri?

Mungkin banyak yang memandangnya sebelah mata, padahal logo brand produk justru merupakan citra atau cerminan konsep usaha fashionmu.

Kamu mungkin sering mendengar ada beberapa perusahaan yang mendesain kembali logo brand-nya guna menyampaikan visi dan image baru yang akan mereka tampilkan di depan pelanggan.Ini artinya logo brand harus dibuat dengan sebaik mungkin. 

9. Pemotretan Produk Dengan Hasil Berkualitas

Jangan anggap enteng foto produk yang Kamu tampilkan di web toko online-mu. Kenapa?

Ya, dalam bisnis online foto merupakan salah satu poin terpenting yang harus dibuat berkualitas. Alasannya adalah karena mereka menilai kualitas sebuah produk online dari tampilan visual sebagai penentu utama.

Jadi lakukan pemotretan produk dengan kualitas terbaik.

Persiapkan pemotretan produk fashionmu sebaik mungkin. Nah, hasil pemotretan tersebut nantinya langsung dipajang dalam katalog web online shop atau postingan di sosial media Kalian. Pastikan Kamu membuat foto produk seprofesional mungkin.

Ada beberapa trik yang perlu Kamu ketahui dalam sesi pemotretan produk, diantaranya :

a. Pilih Model Produk yang Sesuai

Memilih model yang akan digunakan untuk memajang produk fashion sangat penting peranannya. Seperti halnya mengonsep sebuah foto, dari sii, Kamu perlu menentukan model produk yang sesuai target market produkmu. 

Misalnya saja, jika target produk tas yang kamu bidik adalah untuk kelompok wanita dewasa, tentu saja Kamu harus memilih model yang bisa masuk ke dalam kategori tersebut. 

b. Pilih Background Berwarna Putih

Untuk foto yang akan Kamu pajang di katalog produk, pilihlah background berwarna putih. Sebab warna putih sendiri bisa membuat konsumen lebih fokus terhadap produkmu.

Selain itu, background berwarna putih pun bisa menonjolkan sisi keunggulan desain pada produkmu.

c. Pilih Angle Foto yang Tepat

Supaya pembeli dapat melihat produk kamu secara keseluruhan, Kamu harus memberikan foto produk kamu dari beberapa angle agar calon pmebeli kamu dapat mengetahui bagaiamana produk kamu secara keseluruhan.

d. Foto detail produk

Setelah foto produk dari berbagai angle dalam bisnis fashion sangat penting yaitu foto detai produk. Calon pembeli ingin memastikan produk yang kamu jual adalah prdouk yang berkualitas. Dengan menampilkan foto detail maka akan terlihat jelas bahan yang kamu gunakan, kualitas jahitan, dan elemen detail lainya.

10. Buat Website Online Shop Sendiri

Kamu tentu sudah mendengar bahwa tidak sedikit bisnis fashion bisa meraih kesuksesan tanpa harus mempunyai toko fisiknya sendiri?

Ada banyak contohnya kok. Hanya bermodalkan web online shop dengan teknik digital marketing atau promosi online, maka bisnis fashion sudah mampu berkembang bahkan diburu oleh banyak pembeli.

Inilah pentingnya mempunyai web online shop usahamu. Dengan adanya web ini, ada banyak manfaat bagi usaha fashion yang Kamu dirikan.

Diantaranya dapat menjual produk fashionmu, menampilkan katalog, membuat informasi mengenai kontak usaha, menampilkan profil usahamu dan menampilkan launching untuk produk-produk terbaru.

Ya, itulah 10 cara memulai bisnis fashion bagi pemula yang harus diperhatikan. Dengan mengikuti poin-poin di atas, tidak menutup kemungkinan bisnis fashionmu lebih unggul bahkan dari kompetitor yang sudah lebih dulu bergelut di bisnis yang sama!

Leave a Comment