5+ Cara mengatasi Perang Harga

Perang harga sudah menjadi fenomena yang lazim terjadi di antara dunia perdagangan dan jasa. Apabila sebuah produk yang dibuat mampu menarik perhatian banyak kalangan, maka akan muncul produk-produk serupa yang dibuat pihak lain.

Kehadiran pesaing inilah yang memicu terjadinya perang harga, sehingga perlu disikapi dengan cara mengatasi perang harga agar tidak rugi.

Penyebab Perang Harga

penyenan perang harga
Photo by Artem Beliaikin on Unsplash

Sebenarnya apa yang menyebabkan terjadinya perang harga? Apakah fenomena ini merugikan atau menguntungkan pelaku bisnis?

Taktik ini sebenarnya dapat digunakan sebagai strategi bisnis jangka pendek maupun jangka panjang dalam mendapatkan pangsa pasar lebih besar. Namun jika berkelanjutan justru menyebabkan kerugian.

Berikut penyebab terjadinya perang harga produk/jasa.

1. Ingin Menambah Pangsa Pasar

Salah satu yang menyebabkan terjadinya perang harga adalah karena sebuah perusahaan ingin memperluas pangsa pasar.

Agar dapat menarik lebih banyak konsumen, perusahaan pun menetapkan harga yang lebih rendah dari harga pasaran.

Cara mengatasi perang harga dalam kondisi semacam ini justru lebih dilakukan karena semua berlomba menurunkan harga.

Memang benar jika harga rendah cenderung menarik lebih banyak konsumen. Secara prinsip ekonomi pun sudah alamiah konsumen menginginkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, dalam hal ini menginginkan barang berkualitas dengan harga semurah-murahnya.

Namun meskipun mampu menarik lebih banyak konsumen, perang harga ini dapat merusak harga yang telah ditetapkan di pasaran.

Dan ingat, konsumen yang akan kamu dapatk dari hasil perang harga umumnya mudah sekali untuk beralih ke tempat lain apabila ada harga lebih rendah.

Perang harga untuk memperluas pasar membuat konsumen kehilangan loyalitas pada sebuah perusahaan.

2. Persaingan Produk Sejenis

Perusahaan yang menjual produk sejenis apalagi kalau tempatnya berdekatan, secara otomatis akan berlomba menggaet konsumen lebih banyak. Salah satu caranya dengan banting harga besar-besaran.

Cara mengatasi perang harga akibat persaingan produk sejenis hanya bisa berlaku jika salah satu perusahaan mengalah dan kembali pada harga normal.

Persaingan harga pada produk sejenis memang lebih ketat. Biasanya paling banyak dijumpai pada produk elektronik, otomotif, ataupun produk lain yang laba kotornya lumayan besar.

Berkat besarnya laba kotor inilah perusahaan berani mengambil konsekuensi untuk banting harga lebih rendah dari perusahaan kompetitor.

3. Kelebihan Kapasitas Supply

Ada suatu kondisi di mana perusahaan mengalami oversupply, dalam artian stok produk terlalu melampaui jumlah penjualan. Akibatnya terlalu overload di gudang.

Hal Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah cuci gudang. Cara mengatasi perang harga akibat kapasitas supply harus memperhatikan jumlah produksi dengan rata-rata penjualan produk.

Menurunkan harga untuk menghabiskan supply di gudang memang bisa menjadi langkah pemasaran yang tepat. Namun bayangkan jika semua perusahaan berlomba-lomba melakukan hal serupa, maka akan terjadi kekacauan di pasar. Apalagi umumnya barang-barang semacam ini tidak begitu baik dalam hal kualitas.

Cara Mengatasi Perang Harga

pelanggan yang puas penting dalam memenangi perang harga
Photo by Clay Banks on Unsplash

Apabila ada sebuah usaha dagang yang menerapkan harga lebih murah dari pasaran tentu bisa berdampak kompetitor lain. Haruskah ikut menurunkan harga agar dilirik konsumen, meskipun itu dapat memicu kerugian?

Atau haruskah bertahan dengan harga yang ditetapkan, meskipun konsekuensinya tidak banyak konsumen? Itulah mengapa dibutuhkan cara mengatasi perang harga yang efektif.

Perang harga atau disebut juga pricewar serta ada pula yang menyebutnya predatorypricing, merupakan suatu kondisi di mana perusahaan atau pelaku bisnis memasang harga lebih rendah untuk suatu produk guna melemahkan kompetisi.

Namun yang perlu diingat, jika harga yang dipasang terlalu rendah tentu akan merusak harga pasar. Berikut cara untuk mengatasi perang harga di pasaran.

1. Mengenal Keunggulan dan Kelebihan Bisnis Kamu

Cara mengatasi perang harga yang pertama adalah mengenali keunggulan dan kelebihan bisnis yang kamu jalankan. Hal ini penting agar kamu bisa tahu, potensi apa yang dapat dikembangkan selanjutnya agar bisa memaksimalkan strategi menarik konsumen.

Ada cukup banyak strategi pemasaran yang bisa diterapkan, sehingga bisa menghindari perang harga.

Meskipun dari perang harga mampu menggaet banyak konsumen dalam waktu yang relatif cepat, akan tetapi langkah ini justru dapat menjadi bumerang sendiri terutama jika dipakai oleh perusahaan atau usaha berskala kecil.

Selain itu, apabila diaplikasikan dalam jangka panjang justru bisa merugikan perusahaan itu sendiri.

2. Meningkatkan Kualitas Produk

Cara mengatasi perang harga selanjutnya yaitu meningkatkan kualitas produk. Ada harga, ada rupa. Masih banyak konsumen yang mengedepankan kualitas daripada harga murah.

Jadi kamu harus berpikir secara terbuka untuk menemukan solusi lain meningkatkan kualitas alih-alih menurunkan harga tapi kualitas buruk.

Tidak hanya mengacaukan harga pasar, penurunan harga semacam ini turut mempengaruhi suasana persaingan dengan kompetitor lain. Konsep quantityoverquality akan diterapkan, dalam artian semua berlomba memberikan produk atau jasa dalam harga murah tanpa memperhatikan kualitasnya. Konsumen juga akan merugi pada akhirnya.

Dengan demikian, salah satu upaya jitu untuk menghentikan perang harga adalah mengutamakan quality over quantity. Konsumen tak akan keberatan mengeluarkan uang sedikit lebih banyak jika dirasa harga tersebut pantas untuk dibandrol pada produk berkualitas.

3. Memberikan Harga Sebanding Kualitas

Kualitas tidak selalu sebanding dengan harga, konsumen sekarang sudah cerdas karena memahami hal ini. Namun kamu justru bisa menjadikannya peluang demi menghindari perang harga pada produk-produk yang berkualitas rendah.

Cara mengatasi perang harga paling logis untuk mengatasi situasi ini adalah memberikan harga realistis yang sebanding dengan kualitas.

Biasanya persaingan paling ketat terjadi pada harga produk sejenis. Sebagai contoh, merek sepeda motor A di dealer 1 mempunyai harga dua puluh juta. Sedangkan merek sepeda motor yang sama di dealer 2 dijual dengan harga lebih rendah yakni delapan belas juta.

Kamu akan memilih yang mana?

Konsumen akan cenderung memilih yang lebih murah jika tidak memperhatikan dari segi kualitas.

Perang harga pada produk sejenis sebenarnya sudah mempertimbangkan strategi 4P (price, place, product, promotion). Jadi meskipun memberikan harga lebih rendah, tidak selalu memberikan kerugian signifikan pada perusahaan, justru dapat menambah laba.

Oleh karena itu, pada perusahaan besar perang harga ini sering dijadikan langkah bisnis dalam jangka waktu tertentu.

4. Memberikan Layanan Terbaik untuk Konsumen

Cara mengatasi perang harga juga bisa dilakukan dengan memberikan layanan terbaik kepada konsumen.

Secara konsep ekonomi, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen. Pertama, dari segi harga, kualitas, serta layanan.

Apabila kamu tidak mampu bersaing dari aspek harga, maka beralihlah kepada aspek lainnya yaitu kualitas atau layanan.

Kualitas berkaitan dengan produk, sedangkan layanan berkenaan dengan jasa yang diberikan kepada konsumen. Ada sebagian konsumen yang menjadikan layanan sebagai tolok ukur reputasi perusahaan.

Misalnya saja usaha laundry. Mungkin kamu sudah tau bahwa jenis usaha ini sangat banyak sekali pemainya.

Karena persaingan yang sangat banyak oleh pelaku bisnis laundry maka dari itu pelayanan merupakan salah satu pembeda yang bisa kamu fokuskan.

Misalnya memberikan anter jemput, memberikan layanan express, memberikan variasi parfum yang banyak bagi pelanggan yang laundry di tempat kamu dan lain sebagainya

Dengan layanan yang baik, konsumen akan mempunyai loyalitas tinggi jika dibandingkan daya tarik harga.

Itulah cara mengatasi perang harga dalam persaingan pasar yang semakin sengit. Sebenarnya perang harga adalah konsekuensi natural dari banyaknya penjual dan pemberi untuk produk yang sejenis.

Hanya saja jika tidak disikapi dengan bijak, bisa menimbulkan dampak kerugian tak sedikit. Bahkan tidak jarang suatu bisnis harus gulung tikar karena kalah dalam persaingan harga dengan kompetitor.

Leave a Comment