Pengertian Sejarah, Ciri, Beserta Sumber dan Fungsinya

Pengertian sejarah yaitu asal-usul peristiwa atau kejadian yang diyakini kebenarannya di masa lampau.

Sejarah menceritakan tentang peristiwa yang nyata dan benar-benar terjadi, bukan peristiwa fiktif. Kamu bisa berada di kondisi sebagaimana hari ini tak lepas dari peristiwa yang terjadi di masa sebelumnya.

Oleh karena itu, sejarah membantumu mengetahui kronologi peristiwa yang pernah terjadi sebagai hubungan kausalitas dengan kejadian di hari ini.

Pada umumnya orang menceritakan sejarah dalam bentuk uraian satu persatu kejadian secara berurutan. Hal ini agar orang yang membaca atau mendengar cerita tersebut dapat langsung membayangkan bagaimana sebuah peristiwa terjadi.

Dengan memahami sejarah, manusia bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari kejadian di masa lampau. Berikut hal-hal pokok yang penting kamu ketahui seputar sejarah.

Pengertian Sejarah Secara Etimologis

Asal kata ‘sejarah’ berasal dari shajarah – syajaratundalam bahasa Arab yang bermakna ‘pohon’. Mengapa sejarah dianalogikan dengan pohon? Secara hakikat, pohon mempunyai bentuk yang saling terikat antara masing-masing bagiannya.

Pohon terdiri dari daun, ranting, batang, akar, dan bagian tubuh lain yang saling berkesinambungan menyusun kerangka agar pohon dapat tumbuh tegak.

Sejarah disamakan dengan pohon, karena sejarah juga terdiri dari komponen-komponen peristiwa yang saling berkolerasi sehingga mampu membentuk lini masa kejadian. Definisi sejarah ini terus berkembang seiring perkembangan peradaban, karena sejarah adalah bahasan humaniora yang bersifat dinamis seiring berkembangnya kehidupan manusia.

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli

pengertian sejarah menurut para ahli

Sejak dulu hingga kini, ada banyak ahli yang telah mengkaji sejarah, baik sebagai studi ilmiah maupun sebagai susunan peristiwa non-ilmiah.

Para ahli mengemukakan pengertian sejarah dalam definisi yang berbeda-beda, tetapi secara umum ada kesamaan gagasan. Berikut definisi sejarah menurut para ahli dari berbagai negara.

  1. Menurut Aristoteles

Aristoteles mendefinisikan sejarah sebagai sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi peristiwa dalam bentuk kronologi. Yang dipaparkan oleh sejarah adalah rentetan kejadian dari sebuah peristiwa utuh bersifat kronologis.

Menurut Aristoteles, kebenaran sejarah harus dapat dibuktikan oleh catatan-catatan peninggalan.

  1. Menurut Herodotus

Ada yang menyebut Herodotus sebagai The Father of History karena dedikasinya dalam keilmuan sejarah. Herodotus mengemukakan bahwa sejarah merupakan sebuah kajian yang menjelaskan dan menjabarkan perputaran waktu, tokoh, serta perilaku, yang dapat menciptakan suatu peradaban.

  1. Menurut Ibnu Khaldun

Pengertian sejarah berdasarkan pendapat Ibnu Khaldun yaitu catatan masyarakat terdahulu yang menceritakan tentang masyarakat umum dalam bentuk peradaban berdasarkan sifat atau karakter masyarakat tersebut.

Itulah mengapa sejarah tidak dapat dipisahkan dari identitas (karakter) suatu masyarakat, karena pada setiap peradaban terdapat karakter yang beda-beda.

  1. Menurut Edward H. Carr

Sejarawan bernama Carr menyampaikan bahwa sejarah merupakan penunjang pengetahuan yang berupa dialog masa lalu dengan masa kini. Antara kejadian yang pernah terjadi sebelumnya mengandung pelajaran berharga untuk mencegah hal-hal buruh agar tidak terulang kembali.

  1. Menurut BennedettoCroce

Croce menjelaskan bahwa sejarah adalah rekaman hasil kreasi jiwa manusia yang menjelaskan bidang teori dan bidang praktik peristiwa terdahulu.

Sejarah lahir dari kreasi religius, hasil pemikiran akal yang mendorong tindakan manusia. Bennedetetto lebih menganggap sejarah sebagai persoalan individual alih-alih cakupan keilmuan yang sifatnya lebih luas.

  1. Menurut Gustafson

Pengertian sejarah menurut Gustafson adalah puncak dari pengetahuan peradaban manusia terdahulu. Tidak semua peristiwa dikisahkan dalam sejarah, melainkan hanya peristiwa inti yang berpengaruh dalam peradaban secara umum. Itulah mengapa sejarah dianggap sebagai puncak pengetahuan peradaban.

  1. Menurut Moh. Hatta

Bapak proklamator Indonesia ini mengemukakan bahwa sejarah adalah perwujudan tentang masa lampau. Sejarah tidak hanya melahirkan asal terjadinya beragam peristiwa, tetapi juga berwujud kejadian nyata suatu peristiwa. Beliau menganalogikan sejarah dengan ilmu fisika yang berkaitan dengan benda bergerak serta tenaga untuk menggerakkan.

  1. Menurut Kuntowijoyo

Kontowijoyo berpendapat bahwa sejarah merupakan serangkaian hal yang menyajikan fakta unik, ideografis, empiris, serta diakronis. Sejarah bersifat ideografis karena dipengaruhi oleh pemikiran para manusia yang menyusunnya, sedangkan bersifat empiris karena didasarkan pada pengalaman empirik.

Sejarah juga bersifat diakronis karena menjelaskan urutan kejadian dalam rentang waktu tertentu.

  1. Menurut Muhammad Yamin

Pengertian sejarah menurut Muh. Yamin yaitu keilmuan yang disusun berdasarkan penyelidikan terhadap beberapa peristiwa, yang kebenarannya dapat diteliti dan dibuktikan sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi.

Sejarah juga dikatakan sebagai pondasi ilmu yang didapat dari penyelidikan atas peristiwa di masa lampau.

  1. Menurut Sartono Kartididjo

Sartono menyampaikan definisi sejarah sebagai suatu deskripsi atau gambaran pengalaman yang berupa gabungan peristiwa di masa lampau. Sejarah menceritakan ragam kejadian yang dihadirkan kembali dari masa lampau menuju masa kini.

Bentuk pengungkapannya adalah aktualisasi dan pembelajaran kembali nilai-nilai dari sebuah peristiwa di masa lalu.

Ciri Sejarah

Ciri sejarah diklasifikasikan menjadi empat, yakni sebagai ilmu, sebagai seni, sebagai peristiwa, serta sebagai kisah. Ketika dipandang sebagai sebuah ilmu, sejarah mempunyai kebenaran yang bersifat objektif.

Peristiwa yang telah terjadi diteliti secara ilmiah berdasarkan teori dan metodologi empiris yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pengertian sejarah sebagai seni tidak dapat dipisahkan dari teknik pengisahan para penulis/penuturnya. Namun sejarah tidak dapat dipandang sebagai seni secara mutlak, karena melibatkan prosedur ilmiah.

Adapun ciri sebagai peristiwa dan sebagai kisah mempunyai keterkaitan, karena pada dasarnya sejarah mengisahkan kronologi peristiwa yang terjadi di masa sebelumnya.

Sumber dan Fungsi Sejarah

Sejarah dipelajari berdasarkan sumber-sumber tertentu yang dapat dipastikan kebenarannya. Secara umum ada tiga sumber sejarah, yaitu sumber lisan, sumber tertulis, dan peninggalan benda.

Sumber lisan diperoleh dari penuturan yang diwariskan orang per orang. Misalnya, dalam peristiwa 10 November di Surabaya ada seorang saksi mata yang terlibat secara langsung memberikan penuturan. Maka apa yang disampaikan orang tersebut berpotensi menjadi sumber sejarah.

Sementara itu pengertian sejarah dalam sumber tertulis adalah bukti peristiwa di masa lampau yang berupa naskah, dokumen, surat kabar, atau wujud tulisan lainnya. Sumber tertulis mempunyai nilai validitas lebih besar daripada sumber lisan.

Hal ini dikarenakan sumber lisan bisa jadi sangat subjektif dan menganut perspektif individual, berbeda dengan sumber tertulis seperti surat kabar misalnya yang melibatkan pemikiran lebih banyak orang.

Peninggalan benda juga dapat dijadikan sebagai sumber sejarah yang valid. Apalagi pada peristiwa yang kejadiannya jauh sebelum manusia mengenal peradaban tulis-menulis. Pada zaman dahulu, manusia meninggalkan jejak sejarah dalam bentuk prasasti, artefak, fosil, serta bangunan seperti candi.

Dengan meneliti benda-benda ini, manusia bisa mengetahui kapan kira-kira sebuah peristiwa terjadi, bagaimana gambaran kehidupan di masa itu, dan beragam informasi tersirat lainnya.

Itulah pengertian sejarah, ciri dan sumber beserta fungsinya secara umum. Kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara manusia mengetahui apa yang terjadi di masa lalu sebelum ia lahir? Poin penting yang perlu kamu pahami adalah sejarah ditulis berdasarkan peninggalan yang telah teruji validitasnya.

Jadi meskipun banyak peristiwa yang terjadi sebelum manusia lahir, dengan berbekal peninggalan bersejarah manusia melakukan penelitian agar dapat merumuskan sejarah secara tepat.

Leave a Comment