Ulasan Lengkap Seputar Pengertian Seni Rupa, Bentuk. Fungsi, Dll

Pengertian seni rupa merupakan salah satu cabang seni berupa ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam wujud rupa (visual), sehingga bisa dinikmati oleh indera penglihatan serta dapat dirasakan oleh indera peraba.

Seni rupa disebut juga dengan fineart yang fokus keindahannya dimanifestasikan melalui tampilan dan sentuhan.

Tahukah kamu? Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa seni membuat hidup manusia lebih indah.

Perumpamaan tersebut tidak sepenuhnya salah, karena sejak dulu kala seni telah mewarnai kehidupan manusia.

Demikian halnya dengan seni rupa. Aneka ragam keindahan telah tercipta sebagai hasil kreativitas manusia. Berikut hal-hal mendasar yang perlu kamu ketahui seputar seni rupa.

Pengertian Seni Rupa Menurut Para Ahli

pengertian seni rupa (Ganbar relief pada candi borobudur)
Borobudur temple, Java, Yogyakarta, Indonesia

Dalam pengertian yang sederhana, seni rupa dipahami sebagai hasil kreativitas, luapan emosi, dan kondisi psikologis manusia yang dituangkan ke dalam media visual.

Selama ini seni dianggap sebagai ekspresi jiwa manusia, dan itu tidaklah salah. Karena pada hakikatnya setiap penciptaan seni melibatkan sentuhan unsur bawah sadar manusia dalam bentuk perasaan atau pikiran.

  • Aristoteles

Sang filsuf terkemuka, Aristoteles, mendefinisikan seni rupa sebagai sebuah tiruan dunia manusia dan dunia alamiah. Seni mewakili sifat alamiah yang bernada universal.

Seni tidak bisa dianggap sebagai ciptaan sederhana, karena mengandung nilai-nilai filsafat manusiawi yang tertuangkan dalam media tertentu.

  • Leo Tolstoy

Pengertian seni rupa menurut seniman dan sastrawan Leo Tolstoy adalah luapan perasaan si pencipta yang diungkapkan kepada orang lain sehingga mereka dapat merasakan hal serupa dengan apa yang dimaksudkan oleh pencipta.

Seni rupa melibatkan perasaan pelukis (seniman) yang disampaikan kepada orang lain dalam bentuk visual.

  • Plato

Plato berpendapat bahwa seni bersifat mimesis, yaitu hasil tiruan alam dari berbagai segi.

Guru Aristoteles ini mengemukakan bahwa seni yang dibuat oleh manusia berasal dari alam idea yang sejatinya berangkat dari pandangan manusia terkait dunia asli di sekitarnya.

Itulah mengapa seni, termasuk seni rupa, dianggap rekaan dunia nyata.

  • Soedarso

Soedarso membuat definisi seni rupa dengan beranjak dari bahasa Sansekerta.

Kalau kamu pernah mendengar istilah cilpasastra, maka itu berkaitan dengan seni rupa yang bermakna segala bentuk kekriyaan artistik hasil ketrampilan dan kreativitas manusia.

Pengertian seni rupa tidak dikhususkan pada unsur dua dimensi saja, melainkan bentuk lainnya juga.

  • Thomas Munro

Pengertian seni rupamenurut Thomas Munro yaitu hasil buatan manusia yang berkemampuan menimbulkan efek psikologis bagi orang-orang yang melihatnya.

Efek seni tidak hanya mempengaruhi penciptanya saja, tetapi juga yang melihatnya apalagi pada konteks seni rupa yang menggunakan media visual.

Bentuk Seni Rupa

Pada awal penciptaannya, seni rupa terbagi menjadi dua bentuk berdasarkan medianya. Ada yang berupa seni dua dimensi, ada juga yang berwujud seni tiga dimensi.

Perbedaan keduanya adalah dari segi media dan proses pembuatannya. Jika dilihat dari isi dan muatan nilai, tidak ada perbedaan signifikan. Berikut uraian lebih jelas tentang bentuk seni rupa.

1. Seni Rupa 2 Dimensi

Seni rupa 2 dimensi merupakan hasil cipta karya seni yang dapat dilihat, diraba, dan dinikmati dalam satu sudut pandang penglihatan saja. Jadi jika dilihat dari sudut pandang lain, tidak ada apapun.

Dimensinya terdiri atas panjang dan lebar. Contoh seni rupa 2 dimensi misalnya seni lukis, relief pada bangunan candi, seni grafis, dan sebagainya.

2. Seni Rupa 3 Dimensi

Pengertian seni rupa 3 dimensi yaitu hasil cipta karya seni yang mempunyai ruang karena bentuknya berupa bangun ruang.

Karya seni ini memiliki dimensi volume yang terdiri atas lebar, panjang, dan tinggi. Contoh seni rupa 3 dimensi seperti seni kriya, seni patung, arsitektur, keramik, dan lain-lain.

Ragam Fungsi Seni Rupa

Karya seni tidak diciptakan asal-asalan sebagai hasil omong kosong, karena karya seni memuat nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh pencipta kepada orang lain. Karya seni juga mengandung ekspresi jiwa manusia yang tidak sanggup diungkapkan secara verbal. Demikian halnya dengan seni rupa, ada beberapa fungsi penting yang dimilikinya yaitu sebagai berikut.

Fungsi individu seni rupa berhubungan dengan perseorangan, tidak melibatkan orang lain.

1. Fungsi Individu

Oleh karena itu, fungsi individu seni rupa umumnya dirasakan oleh pencipta sendiri. Bagi seorang seniman, ketika berhasil mencipta sebuah karya seni pasti ada perasaan lega dan puas secara batin.

Seorang seniman membuat karya seni karena ingin mengekspresikan diri melalui ciptaan artistik.

Lebih dari itu, seni menjadi media penyampai ide, pemikiran, suasana hati, emosi, dan unsur psikologis lain yang pengungkapannya melibatkan ragam unsur seni rupa seperti kombinasi warna, garis, bidang, dan sebagainya.

2. Fungsi Sosial

Seni rupa tidak hanya memiliki fungsi individu, tetapi juga fungsi sosial. Individu adalah bagian dari masyarakat sosial, sehingga ketika individu berperan sebagai pencipta seni, maka sadar tak sadar akan berpengaruh terhadap masyarakat sosial di sekitarnya. B

Berikut beberapa fungsi sosial seni rupa yang perlu kamu ketahui.

Sarana Ekspresi Diri

Jika fungsi individu seni rupa cenderung dirasakan oleh penciptanya sendiri, sebenarnya orang lain yang melihat karya tersebut juga terpengaruh.

Sebagai contoh, pada seni lukis abstrak yang digambar pencipta sebagai luapan emosi kekecewaan kepada dunia.

Orang yang melihatnya mau tak mau akan merasakan luapan emosi tersebut hanya dengan melihat karya lukisnya.

Media Peribadatan

Pengertian seni rupatidak hanya dikerucutkan menjadi karya yang sifatnya hiburan saja.

Ada juga karya seni yang diciptakan dengan tujuan untuk media peribadatan. Contohnya, pada agama Hindu banyak diciptakan patung dewa-dewi yang memiliki nilai religiusitas untuk persembahan.

Pada dinding Candi Borobudur juga didapati relief yang menggambarkan cerita kehidupan di masa lampau.

Relief ini juga termasuk karya seni yang mempunyai fungsi media peribadatan.

Seni semacam ini bersifat keramat sehingga tak bisa dibuat asal-asalan karena mengandung nilai kepercayaan.

Sarana Komunikasi

Selain bahasa, seni juga produk kebudayaan yang berfungsi sebagai sarana komunikasi.

Konsep dasar komunikasi adalah menyampaikan pesan dari satu pihak ke pihak lain.

Dalam konteks seni, penyampai pesan adalah pencipta (seniman), dan penerimanya adalah masyarakat luas atau siapapun yang melihatnya.

Meskipun sama-sama menyampaikan pesan, seni berbeda dengan bahasa. Bedanya, jika bahasa cenderung profan, padat, dan bisa menyampaikan maksud secara terus terang, seni tidak demikian.

Seni mengemas pesan yang ingin disampaikan dengan simbol dan unsur-unsur artistik, sehingga tidak semua orang mampu menangkapnya.

Sarana Edukasi

Jika melihat dari pengertian seni rupa di atas, bisa diketahui bahwa seni mengandung nilai-nilai tersirat yang hendak disampaikan pencipta kepada orang lain.

Nilai-nilai ini dapat digali lebih dalam menjadi moral value yang mengedukasi masyarakat.

Hanya saja perlu filterisasi, karena tidak semua nilai bersifat positif, ada juga yang negatif.

Media Melestarikan Budaya

Seni rupa juga bisa dijadikan sebagai media untuk melestarikan kebudayaan.

Pada hakikatnya, seni tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Seni ada karena menjadi produk kebudayaan, sehingga dengan adanya seni (dalam hal ini seni rupa), kebudayaan akan selalu hidup dan lestari.

Identitas Sosial

Seni rupa diciptakan oleh seorang pencipta, di mana pencipta tersebut adalah bagian dari anggota masyarakat yang pemikirannya juga dipengaruhi lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, ketika seniman tersebut mencipta karya, secara tidak langsung ia mewakili identitas masyarakat sekitar tempatnya tinggal.

Cabang Seni Rupa

Seni rupa terbagi menjadi tiga cabang utama, meskipun sebenarnya ada banyak cabang lainnya yang tidak semua orang ketahui.

Klasifikasi cabang seni ini dibagi berdasarkan bentuknya, baik media yang digunakan, cara pembuatan, maupun hasil wujud karya.

Berikut beberapa cabang seni rupa yang paling populer.

Seni Rupa Murni

Pengertian seni rupa murni merupakan cabang seni rupa yang berfokus pada nilai estetika dan keindahan, tanpa mengindahkan nilai-nilai praktisnya.

Jika dilihat dari sudut pandang estetika, karya seni murni mempunyai level keindahan paling tinggi yang maknanya hanya bisa ditangkap orang-orang tertentu.

Contoh seni rupa murni yaitu seni lukis, patung, keramik, kaligrafi, dan sebagainya.

Seni Kriya

Seni kriya berkaitan dengan keterampilan tangan.

Hasil seni rupa ini mempertimbangkan kaidah estetika sekaligus nilai praktisnya, sehingga seni kriya masih mempunyai kegunaan selain dinikmati keindahannya.

Seni kriya juga memiliki aspek fungsional yang diperhatikan penciptanya. Contoh seni kriya misalnya seni pahat, kriya bambu, ukiran kayu, dan lain-lain.

Seni Desain

Seni desain melibatkan proses kreatif dalam hal perancangan dan perencanaan bentuk.

Cabang seni rupa satu ini membutuhkan kerangka yang jelas dari sebelum penciptaan, ketika penciptaan, hingga pasca penciptaan.

Contoh seni desain seperti desain busana, arsitektur, desain interior, dan masih banyak lagi.

Jenis Seni Berdasarkan Masa

Lukisan S.Toyo – Pasar Bunga

Seni bersifat dinamis, artinya selalu berkembang seiring perkembangan peradaban manusia.

Demikian juga dengan seni rupa selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa.

Dari yang dulunya masih berupa seni tradisional, kemudian bertransformasi menjadi bentuk lebih kompleks dalam ranah seni kontemporer.

Inilah jenis seni berdasarkan masa yang penting kamu ketahui.

Seni Rupa Tradisional

Pengertian seni rupa tradisional yaitu seni yang diwariskan secara turun-temurun, senantiasa dijaga keasliannya, dan terikat dengan dengan norma serta adat di suatu tempat.

Seni rupa tradisional ada karena tradisi masyarakat, tidak diketahui siapa penciptanya pertama kali karena sudah ada sejak dulu kala.

Seni Rupa Kontemporer

Seni rupa kontemporer dapat didefinisikan sebagai seni yang terikat oleh masa dan konteks situasi di suatu masa.

Seni kontemporer cepat mengalami perubahan, seiring dengan perubahan sosial masyarakat yang menjadi tempat seni itu tercipta.

Seni kontemporer dapat juga diartikan sebagai seni yang saat ini tengah berkembang.

Seni Rupa Modern

Seni rupa modern merupakan seni yang tidak terikat oleh adat istiadat atau tradisi masyarakat di suatu daerah tertentu.

Seni tradisional sering dikebalikkan dengan seni tradisional, meskipun sebenarnya kedua jenis ini tidak saling berhubungan.

Seni modern telah mampu mengelaborasikan filsafat modern dan ilmu terapan lain, sehingga mampu menghasilkan seni lebih mapan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Unsur-Unsur Seni Rupa

Dilihat dari pengertian seni rupa, wujud rupa (visual) dihasilkan dari perpaduan unsur-unsur yang saling berpadu.

Sebagai contoh, pada seni lukis terdapat komponen penyusun yang terdiri dari kombinasi warna, tekstur, titik dan garis membentuk suatu objek, dan masih banyak unsur lain. Itulah yang dinamakan unsur seni rupa.

Berikut penjabarannya lebih lengkap.

Titik

unsur seni rupa titik

Titik adalah unsur terkecil dari sebuah seni rupa, bahkan dapat dikatakan bahwa titik merupakan mula penciptaan karya sebelum akhirnya berkembang menjadi sebuah karya tunggal yang utuh.

Titik jugalah yang menjadi dasar sebuah karya, karena dari dari titik bisa disatukan unsur-unsur lain yang lebih kompleks.

Garis

unsur seni rupa garis

Sejatinya, garis merupakan kombinasi dari satu titik dengan titik lainnya yang membentuk goresan berskala lebih besar.

Setiap garis yang dibuat pada seni rupa mewakili karakter tertentu, yang nantinya akan menjadi gambar utuh.

Misalnya, ketika hendak melukis gunung maka pelukis membuat garis horizontal dan vertikal sesuai bentuk gunung.

Bidang

unsur seni rupa bidang

Berdasarkan pengertian seni rupa 2 dimensi, dapa

t diketahui bahwa ada istilah bidang yang menjadi media seni.

Bidang adalah kumpulan garis-garis yang telah dikembangkan dan dituangkan ke dalam suatu wujud.

Contohnya, seorang pelukis membuat beberapa garis yang bertemu dan saling dikombinasikan dalam satu kanvas, kemudian membentuk objek.

Saat garis ini dikombinasikan, akan menciptakan unsur seni yang lebih besar dinamakan bentuk.

Bentuk

unsur seni rupa bentuk

Apabila titik, garis, dan bidang belum bisa dilihat sebagai seni yang utuh, bentuk berbeda.

Unsur seni rupa satu ini sudah bisa dilihat sebagai sebuah karya, apalagi jika sudah memuat detail-detail tertentu yang membuat objek tampak lebih hidup.

Ada seniman yang membuat karya berupa bentuk saja, ada juga yang menambahkan unsur lain seperti warna atau tekstur.

Ruang

unsur seni rupa ruang

Unsur ruang pada seni rupa terbagi menjadi dua sifat, yakni sifat nyata dan sifat semu.

Pada sifat nyata, ruang bisa dirasakan, diraba, dan dilihat. Sifat nyata ini terbentuk karena perwujudan bidang yang membentuk ruang, misalnya pada seni 3D patung, kriya, dan sebagainya.

Adapun ruang semu hanya bisa dilihat dan dinikmati secara visual saja.

Warna

unsur seni rupa warna

Warna berperan penting dalam penciptaan karya seni, khususnya seni rupa.

Sebuah karya yang tidak memiliki warna akan terkesan bland dan tidak nyata.

Oleh karena itu, seniman kerap bermain dan bereksperimen dengan warna demi menciptakan karya yang lebih hidup.

Kemampuan seniman dalam memadupadankan warna adalah skill khusus yang hanya dapat dilatih dengan taste of art dan jam terbang tinggi.

Tekstur

unsur seni rupa tekstur

Kebanyakan orang mengira bahwa hanya seni rupa 3 dimensi saja yang memiliki tekstur, padahal seni rupa 2 dimensi juga punya hal tersebut.

Tekstur terbagi menjadi dua sifat, tekstur nyata dan tekstur semu.

Tekstur nyata inilah yang biasa ditemukan pada seni rupa 3 dimensi karena bisa diraba dan dirasakan, sedangkan tekstur semu hanya bisa dilihat dan dinikmati secara visual.

Gelap dan Terang

unsur seni rupa terang dan gelap

Gelap dan terang tidak sama dengan unsur warna, karena komponen ini berhubungan dengan intensitas cahaya.

Seniman sudah memahami bahwa cahaya sangat mempengaruhi hasil sebuah karya, sehingga porsi gelap dan terang ketika membuat karya harus dibuat seimbang agar tercipta karya yang detailnya hidup.

Itulah hal-hal seputar seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, bentuk, fungsi, wujud, dan lain-lain.

Tanpa disadari kita semua hidup berdampingan dengan seni rupa, hanya saja kemasannya yang berbeda.

Misalnya, ketika kamu melihat ukiran indah pada piring, itu merupakan hasil kreativitas pengrajin seni rupa yang dimanifestasikan melalui media kaca.

Itu hanya contoh sederhana saja. Masih banyak wujud seni rupa lain yang keberadaannya sangat dekat dengan kehidupan kita.

Leave a Comment