Perjanjian Saragosa: Pengertian, Kronologi, Isi, dan Dampak Perjanjian. (Lengkap)

Perjanjian Saragosa adalah perjanjian yang ditandatangani oleh Portugis dan Spanyol untuk membagi wilayah kekuasaan di Asia Tenggara.

Kedua negara ini membuat kesepakatan agar tidak terjadi perebutan daerah koloni yang memicu timbulnya konflik, meskipun pada akhirnya isi perjanjian ini hanya memberikan keuntungan bagi para kapitalisme yang menjajah wilayah Nusantara bagian timur.

Ada juga yang menyebut perjanjian ini dengan nama Zaragoza (berasal dari bahasa Spanyol).

Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Portugis dan Spanyol sepakat menetapkan batas berdasarkan garis lintang sejauh 17 derajat menuju timur Kepulauan Maluku.

Setelah itu, kedua negara pun memfokuskan aktivitas perdagangan di daerah ‘kekuasaan’ masing-masing.

Apa yang Melatarbelakangi Perjanjian Saragosa?

Sekitar tahun 1512 Portugis mendarat di Maluku untuk melakukan aktivitas perdagangan rempah-rempah. Hal serupa juga dilakukan oleh negara-negara Barat lainnya yang turut melakukan ekspedisi pelayaran ke berbagai negara, khususnya Asia Tenggara.

Karena merasa Maluku punya potensi besar dalam menguasai pasar rempah-rempah, akhirnya Portugis melakukan monopoli perdagangan.

Perlu kamu ketahui bahwa Maluku di masa itu masih berupa kerajaan-kerajaan yang saling berkonflik memperebutkan tanah kekuasaan.

Nah, kedatangan bangsa Portugis di Maluku mendapat sambutan hangat dari Raja Ternate yang kerajaannya tengah berseteru dengan Kerajaan Tidore. Raja Ternate pun meminta bantuan Portugis agar dibuatkan benteng pertahanan.

Sebagai balasan atas ‘kebaikan’ Portugis, Raja Ternate memberikan hak perdagangan tunggal (monopoli) kepada Portugis.

Kemudian pada tahun 1521, datanglah bangsa Spanyol ke Maluku juga, tepatnya di Kerajaan Tidore. Kedatangan Spanyol memicu konflik dengan Portugis karena keduanya sama-sama ingin menguasai pasar perdagangan rempah-rempah di Maluku.

Sebenarnya Portugis dan Spanyol sudah terikat perjanjian Tordesillas yang membagi wilayah perdagangan kedua negara. Namun, baik Portugis maupun Spanyol sama-sama saling tuding pihak lain telah melanggar perjanjian tersebut.

Akhirnya, dilakukan penandatanganan Perjanjian Saragosa yang memperbarui kesepakatan anti sengketa antara Portugis dengan Spanyol.

Bagaimana Kronologi Perjanjian Saragosa?

Karena konflik perebutan ‘surga rempah-rempah’ atas Portugis dan Spanyol terus berlanjut, kerugian tidak hanya dialami kedua negara tetapi juga Kerajaan Ternate dan Tidore yang wilayahnya diperebutkan.

Maka selanjutnya diprakarsai perjanjian yang membagi bumi menjadi dua bagian untuk dikuasai Portugis dan Spanyol. Berikut kronologi selengkapnya.

1. Perjanjian Tordeillas

Perjanjian tordesillas

Merasa sebagai negara yang pertama kali menemukan penghasil rempah-rempah terbaik, Portugis dan Spanyol tidak ingin Asia Tenggara didatangi oleh negara Eropa lainnya. Mereka pun membangun basis perdagangan yang kuat hingga menciptakan monopoli perdagangan. Pada kenyataannya, kedua negara berebut ingin menguasai wilayah Asia Tenggara.

Perjanjian Saragosa membagi bumi menjadi dua bagian.

Mungkin kamu merasa perjanjian ini sangat tidak masuk akal, karena Portugis dan Spanyol sama-sama tidak berhak menjadikan bumi sebagai kekuasaan mereka secara sepihak.

Wilayah yang mereka klaim sebagai kepunyaan masing-masing adalah daerah bebas yang tidak berhak dimiliki siapapun.

Saragosa adalah tindak lanjut dari Perjanjian Tordeillas yang sebelumnya telah disepakati kedua negara pada 7 Juni 1494. Bertempat di Spanyol tepatnya kota Valladolid, Portugis dan Spanyol membuat kesepakatan tak lama usai Christopher Columbus berhasil menjelajahi Benua Amerika sekitar tahun 1492.

Pasca penguasaan Konstantinopel di tangan Turki Ottoman pada 1453, negara-negara Eropa harus mencari sumber rempah-rempah baru.

Melalui Perjanjian Tordeillas, Portugis dan Spanyol mendapatkan ‘lisensi’ untuk menguasai wilayah-wilayah di luar Eropa dengan ketentuan Spanyol berkuasa atas garis barat, dan Portugis berkuasa di sebelah Timur.

2. Para Tokoh yang Terlibat dalam Saragosa

Tokoh perjanjian yang terlbat dalam perjanjian saragosa

Karena Asia Tenggara tidak termasuk ke dalam batas barat dan timur sesuai Perjanjian Tordeillas, Portugis dan Spanyol saling berebut wilayah tersebut. Apalagi di beberapa titik Asia Tenggara terdapat kekayaan alam melimpah, kedua negara itu pun kian gencar mempertahankan kekuasaan.

Oleh karena itu, guna menghindari konflik perebutan kekuasaan yang berkepanjangan Portugis dan Spanyol membuat kesepakatan dalam Perjanjian Saragosa.

Para kepala pemerintahan dari kedua negara tersebut mewakili kepentingan masing-masing untuk menandatangani perjanjian. Raja John III hadir sebagai perwakilan Portugis, serta Kaisar Charles V sebagai wakil dari pihak Spanyol.

3. Waktu dan Tempat Perjanjian

Sesuai namanya, perjanjian ini diselenggarakan di Saragosa, salah satu kota di Spanyol. Dilaksanakan pada 22 April 1592, kedua negara membuat kesepakatan damai untuk menindaklanjuti Perjanjian Tordeillas yang dianggap telah terjadi pelanggaran.

Portugis menuduh Spanyol melanggar, begitupun sebaliknya.

Portugis yang datang lebih dulu di Kepulauan Maluku tak rela menyerahkan surga rempah-rempah di Nusantara itu kepada Spanyol.

Demikian pula Spanyol yang beranggapan bahwa Kepulauan Maluku adalah kekuasaannya tak ingin berbagi dengan Portugis.

Maka dengan perjanjian yang ditandatangani di Saragosa ini, kedua negara kembali menegaskan titik batas kekuasaan di dunia, khususnya Asia Tenggara.

4. Tujuan Diadakan Perjanjian

Portugis dan Spanyol adalah negara yang menganut Khatolik secara taat. Itulah mengapa ketika Paus Alexander VI yang menjadi pemimpin Vatikan pada masa itu menentukan batasan wilayah kekuasaan dalam Perjanjian Tordeillas, baik Portugis dan Spanyol menaati sepenuhnya.

Ketika dianggap terjadi pelanggaran, kedua negara itu pun berseteru.

Maka dibuatlah Perjanjian Saragosa yang bertujuan menghentikan perseteruan kedua negara. Portugis dan Spanyol diharapkan ‘stand by’ di wilayah kekuasaan masing-masing tanpa saling mengganggu.

Garis batas yang ditetapkan ditarik dari pantai Maluku, sehingga setelah adanya perjanjian ini Spanyol harus hengkang dari Maluku untuk fokus ke Filipina yang telah ditetapkan sebagai zona kekuasaannya.

Mengapa hanya Portugis dan Spanyol saja yang mendapatkan hak untuk membagi serta menguasai dunia dalam dua wilayah?

Kamu tentu mempertanyakan hal ini kan?

Alasannya yakni, pertama pada masa itu Portugis dan Spanyol menjadi negara Katolik (saat itu masih berbentuk kerajaan) yang terbesar.

Alasan kedua, Portugis dan Spanyol dianggap sebagai pelopor ekspedisi samudera yang telah mengirimkan banyak pelaut terbaik untuk menjelajah dunia. Usai diadakannya perjanjian di Saragosa, penjelajahan ini bisa terus berlanjut dengan catatan kedua negara tidak melanggar garis batas yang telah disepakati bersama.

Apa Isi Perjanjian Saragosa?

Sejak kedatangan bangsa Portugis di Maluku pada 1512 dengan komando kepemimpinan dari Alfonso Alburqueque, monopoli perdagangan rempah-rempah berhasil dikuasai Portugis.

Selanjutnya di tahun 1521 Spanyol turut melakukan aktivitas perdagangan di wilayah setempat yang menimbulkan pertikaian kedua negara. Maka dibuatlah perjanjian pembaharuan di Saragosa sebagai penentu wilayah kekuasaan Portugis dan Spanyol.

Lalu sebenarnya, apa isi perjanjian Saragosa?

1. Bumi Dibagi atas Dua Wilayah

Ilmuwan bernama Nichlolas Copernicus menyampaikan gagasannya bahwa bumi berbentuk bulat.

Apabila kamu berangkat dari satu titik menuju ke arah yang sama secara terus-menerus, maka akan sampai ke titik awal dimana kamu berasal.

Sama halnya dengan kapal yang berangkat menuju lautan, ketika berlayar ke arah barat saja secara terus-menerus maka akan sampai di titik awal kapal itu berasal.

Portugis dan Spanyol telah membuktikan hal tersebut. Pelayaran Portugis yang menuju dunia timur telah membawa mereka sampai di Kepulauan Maluku.

Sementara itu, Spanyol yang berangkat untuk menjelajah dunia barat juga pada akhirnya sampai di Maluku. Dengan demikian konsep bumi bulat secara tak langsung sudah terbuktikan.

Perjanjian Saragosa membagi bumi yang bulat ini menjadi dua wilayah kekuasaan. Spanyol berhak berkuasa atas bumi bagian barat yang dimulai dari garis Pantai Meksiko hingga ke Asia Tenggara bagian Barat.

Sementara itu, Portugis berhak atas bumi di sebelah timur yang diukur dari lepas Pantai Brazil hingga Asia Tenggara bagian timur bertepatan di Kepulauan Maluku.

Dengan diberlakukannya perjanjian ini, Portugis pun berhak atas wilayah Maluku, termasuk di dalamnya melakukan monopoli perdagangan dan menguasai rempah-rempah yang ada di sana.

Adapun Spanyol harus memfokuskan pada daerah kekuasaannya di Portugis, sehingga diharuskan hengkang dari Kepulauan Maluku.

2. Batas Wilayah Kekuasaan Portugis

Apabila ditetapkan dari garis batas Kota Saragosa, wilayah yang berada di sebelah barat kota tersebut adalah hak Portugis. Negara ini berhak mengeksplorasi tempat-tempat yang berada di daerah tersebut.

Jika suatu saat Portugis menemukan wilayah baru yang mempunyai sumber daya, maka itu akan menjadi hak Portugis.

Dari kota Saragosa terus ke arah barat akan menuntun Portugis sampai pada Kepulauan Maluku yang kala itu disebut sebagai ‘surga rempah-rempah’.

Maka Portugis pun berhak atas Kepulauan Maluku dan daerah-daerah lain di sekitarnya yang masih berada dalam batas kekuasaannya sesuai isi Perjanjian Saragosa.

3. Batas Wilayah Kekuasaan Spanyol

Sementara itu batas wilayah kekuasaan Spanyol jika ditetapkan dari garis batas Kota Saragosa berada di sebelah timur.

Sama halnya dengan Portugis, negara berhak melakukan penjelajahan dan mengeksplorasi wilayah yang bertempat di sebelah timur Saragosa hingga terus ke timur.

Apabila suatu ketika Spanyol mendapati wilayah baru yang memiliki potensi sumber daya, maka akan menjadi hak negara ini.

Spanyol harus menyerahkan Kepulauan Maluku kepada Portugis, karena di dalam perjanjian wilayah tersebut adalah hak Portugis. Spanyol pun selanjutnya fokus pada pendudukannya di daerah Asia Tenggara lain khususnya Filipina.

Apa Dampak Perjanjian Saragosa?

Setelah diadakannya perjanjian di Kota Saragosa, ada banyak pihak yang terdampak. Meskipun yang terlibat secara langsung adalah negara Portugis dan Spanyol, tetapi karena konsep pembagian dunia menjadi dua untuk dikuasai mereka sendiri, membawa dampak pada pihak-pihak lain.

Lalu, apa saja dampak perjanjian Saragosa? Berikut dampak perjanjian ini bagi berbagai pihak.

Dampak Perjanjian bagi Portugis

Secara umum, pembagian wilayah telah disepakati kedua negara agar saling menguntungkan satu sama lain. Namun, Portugis dapat dikatakan sebagai pihak yang mendapatkan paling banyak keuntungan dari diadakannya perjanjian ini.

Berikut dampak yang ditimbulkan perjanjian di Saragosa bagi Portugis.

Perspektif Baru Tentang Bumi

Bangsa Portugis mempunyai pandangan baru tentang konsep bumi. Jika sebelumnya bumi dianggap berbentuk datar dan pipih, setelah diadakannya perjanjian ini anggapan tersebut berubah.

Bangsa Portugis percaya bahwa bumi berbentuk bulat karena telah dibuktikan dengan pelayaran yang mengantarkan mereka sampai di Maluku.

Berhasil Menguasai Maluku

Portugis kembali bebas melakukan monopoli perdagangan di Maluku, karena saingannya (negara Spanyol) telah hengkang.

Jelas ini adalah keputusan yang sangat menguntungkan Portugis. Perlu kamu ketahui bahwa saat itu Maluku disebut sebagai surga rempah-rempah Asia Tenggara. Berkat Perjanjian Saragosa Portugis semakin merasa berhak untuk menguasai surga ini.

Memperkuat Kedudukan Portugis di Nusantara

Meskipun hanya sebagian kecil dari wilayah Nusantara, Portugis telah menetapkan basis yang kuat di Maluku. Perdagangan rempah-rempah berhasil dimonopoli, secara otomatis pasar rempah-rempah Asia Tenggara dan beberapa wilayah dunia berhasil dikuasai Portugis.

Dampak Perjanjian bagi Spanyol

Sama halnya dengan Portugis, Spanyol adalah negara yang besar dan cukup berpengaruh di Eropa pada saat itu.

Spanyol ingin memperluas kekuasaannya di berbagai belahan dunia lain sehingga mendorong mereka melakukan ekspedisi dan penjelajahan. Sejak penandatanganan perjanjian di Saragosa, penjelajahan Spanyol pun terdampak.

Perspektif Baru Tentang Bentuk Bumi

Spanyol juga berhasil mendapatkan perspektif baru tentang bentuk bumi.

Anggapan bahwa bumi datar berhasil terbantahkan setelah penjelajahan yang dilakukan Spanyol membawanya pada Maluku dan bertemu Portugis di sana. Padahal sebelumnya kedua negara telah pergi ke arah yang berlawanan, tapi akhirnya bertemu di satu titik sama.

Spanyol Gagal Berkuasa di Maluku

Bisa dipastikan hampir seluruh negara yang tahu bahwa Maluku adalah surga rempah-rempah ingin menguasainya.

Namun, Spanyol kurang beruntung karena Portugis tiba lebih dulu dan mengklaim Maluku sebagai wilayah kekuasaannya. Mau tak mau Spanyol pun harus angkat kaki dari Maluku dan berfokus pada wilayah Filipina.

Kedudukan Spanyol Mulai Lemah

Perjanjian Saragosa cukup memberikan dampak signifikan dalam melemahkan kedukan Spanyol di Asia Tenggara.

Portugis memberikan banyak tekanan pada Spanyol hingga harus membentuk koloni agar masih bisa berkuasa di Asia Tenggara. Terlebih lagi, kekayaan yang ada di Filipina tidak sebanyak Maluku yang berimbas pada berkurangnya penguasaan pasar Spanyol.

Dampak Perjanjian bagi Negara Eropa Lain

Ekspedisi yang dilakukan oleh Portugis dan Spanyol sedikit banyak berdampak pada negara Eropa lain.

Setelah awal mula penjelajahan Marcopolo diikuti keberhasilan Portugis dan Spanyol, bangsa Eropa pun berlomba-lomba melakukan pelayaran untuk menemukan negara dengan kekayaan sumber daya.

Hal ini turut mendorong kolonialisme dan imperialisme bangsa Eropa terhadap negara lain. Tak lama setelahnya Belanda pun tiba di Indonesia hingga menancapkan bendera penjajahan berabad-abad lamanya.

Meskipun di sisi lain kondisi ini membawa perubahan bagi banyak negara maju, negara berkembang khususnya di Asia Tenggara justru menjadi korban.

Dampak Perjanjian bagi Kerajaan di Maluku

Perjanjian Saragosa membuat Kerajaan Ternate yang ada di Maluku berada dalam tirani kekuasaan Portugis.

Pada mulanya kedatangan Portugis dianggap sebagai sekutu untuk mengalahkan Kerajaan Tidore yang terlibat konflik dengan Kerajaan Ternate.

Namun lama-lama Portugis mulai memainkan harga rempah-rempah di pasar hingga berhasil memonopoli.

Setelah diadakannya perjanjian di Saragosa, kekuasaan Portugis di Maluku menjadi semakin kuat. Maluku menjadi gerbang penting dalam perdagangan rempah-rempah di Asia Tenggara. Bahkan wilayah ini disebut bangsa barat dengan The Richest Island of the World.

Sayangnya penduduk Maluku sendiri malah tidak bisa merasakan kekayaan tersebut karena dijajah Portugis. Di sisi lain, Maluku mempunyai basis pertahanan militer yang terbilang kokoh. Banyak benteng didirikan setelah melalui pertempuran melawan Tidore.

Namun kesewenang-wenangan Portugis dalam mempertahankan kekuasaannya mendorong lebih banyak penduduk Maluku yang menderita. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian penduduk bersatu (Kerajaan Ternate serta Tidore) untuk mengusir Portugis dari tanah mereka.

Perjanjian Saragosa adalah satu dari sekian perjanjian yang terjadi dalam sejarah sebelum Indonesia merdeka.

Portugis dan Spanyol pada mulanya tidak dianggap sebagai penjajah oleh Kerajaan Ternate maupun Kerajaan Tidore. Bangsa asing tersebut dijadikan mitra dalam mengembangkan wilayah Maluku.

Namun dengan adanya perjanjian ini membuktikan bahwa kolonialisme hanya akan menguntungkan negara kapitalis dan menjajah negara kecil seperti di Asia Tenggara pada masa itu.

Leave a Comment