Hagia sophia

4 Era Penting Sejarah Hagia Sophia: Kemegahan dan Sejarah Panjang Arsitektur Bizantium

Hagia Sophia, salah satu bangunan bersejarah dunia yang bagi Saya memiliki perjalanan sejarah yang sangat menakjubkan.

Bangunan yang pada bulan Juli lalu kembali ramai menjadi perbincangan ini bukan hanya sebuah arsitektur dengan nilai sejarah tinggi. Lebih dari itu, Kamu bahkan bisa melihatnya sebagai sebuah simbol kepercayaan dan ikon kekuasaan di Turki.

Bahkan sampai saat ini pun sejarah Hagia Sophia masih terus tertulis sebagai simbol perubahan kekuasaan dan kepercayaan.

Berbicara tentang sejarah Hagia Sophia, Kamu harus mengetahui empat era penting yang menandai 1500 tahun berdirinya arsitektur megah ini.

Bangunan yang berdiri di atas tanah Konstatinopel yang kini disebut sebagai Istanbul ini selama 15 abad berdirinya sudah berganti fungsi berkali-kali, bergantung pada rezim yang sedang berkuasa di tanah Konstatinopel.

Karena itu, ketika bulan Juli lalu perubahan fungsi bangunan ini menjadi masjid kembali, cukup menimbulkan keterkejutan termasuk saya sendiri.

Berikut adalah empat era penting dalam sejarah berdirinya Hagia Sophia.

Empat Era Sejarah Berdirinya Hagia Sophia

Era Kekaisaran Bizantium

Sejarah Hagia Sophia dimulai saat bangunan ini didirikan pertama kali di abad ke-3 atas perintah dari Kaisar Konstantinus I.

Saat itu, Hagia Sophia dijadikan sebagai gereja Ortodoks. Di gereja inilah para penguasa dimahkotai. Hagia Sophia bahkan dinobatkan sebagai gereja katedral terbesar sepanjang Kekaisaran Bizantium.

Bahkan bangunan ini juga menjadi saksi dari konflik dan beragam peristiwa selama masa Kekaisaran Bizantium ini.

Era Kesultanan Ottoman

Sejarah Hagia Sophia berlanjut ke masa  kekaisaran terkenal dari Konstantinopel. Kekaisaran Bizantium berakhir pada tahun 1453 oleh Sultan Mehmed II dari Kesultanan Ottoman.

Lukisan sultan Mehmed II

Pada era inilah fungsi Hagia Sophia kemudian dikonversikan menjadi masjid, meskipun tanpa mengubah namanya.

Sebagaimana yang pernah Saya baca, alasan kenapa Sultan Mehmed II tidak mengubah namanya selain arti kata Sophia yang bermakna kebijaksanaan, adalah karena menurutnya baik umat Kristen maupun Islam menyembah Tuhan yang sama.

Meskipun demikian, segala hal dalam arsitektur Hagia Sophia yang bercorak Kristen harus ditutup, kemudian di beberapa bagiannya ditambahkan kaligrafi lafadz Allah, Nabi Muhammad, khalifah pertama serta cucu-cucu Rasulullah.

Selain penambahan kaligrafi, penambahan sentuhan arsitektur Islam lain juga ditambah. Seperti misalnya penambahan mihrab, empat menara untuk adzan, bangunan untuk madrasah dan perpustakaan.

Era Kepemimpinan Kemal Atatürk

Kemunduran Kesultanan Ottoman menandai berdirinya Negara Republik Turki.

Presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Atatürk kembali mengubah fungsi Hagia Sophia. Kali ini menjadi museum. Ketika menjadi museum inilah dilakukan restorasi pada Hagia Sophia. Mosaik-mosaik kuno dan plester yang sebelumnya terpasang kemudian dilepas.

Dari plester yang menutup beberapa bagian Hagia Sophia inilah kemudian diketahui dibalik plester itu tersembunyi lukisan Bayi Yesus dan Bunda Maria yang ternyata berdampingan dengan kaligrafi lafadz Allah dan Muhammad SAW. Pada tahun 1985, Hagia Sophia resmi diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO serta disebut sebagai Area Bersejarah Istanbul.

Era Pemerintahan Erdogan

Perjalanan sejarah Hagia Sophia ternyata belum berakhir. Setidaknya itulah yang Saya, Kamu dan mungkin banyak penduduk dunia lain ketahui. Di masa Presiden Erdogan, di tahun 2020, ini status museum pada Hagia Sophia resmi dicabut.

Presiden Erdogan juga mengubah fungsinya kembali menjadi masjid, dimulai dengan penyelenggaraan Sholat Jumat pertama di Hagia Sophia pada 24 Juli 2020.

Perubahan status ini selain menambah panjang perjalanan sejarahnya, juga turut membawa kontroversi. Banyak yang menentang keputusan pengubahan fungsi ini.

Termasuk dari beberapa petinggi negara bahkan pihak UNESCO. Hal tersebut tak terlepas dari status situs warisan dunia yang diberikan pada Hagia Sophia sejak tahun 1985.

Perubahan Konstruksi Hagia Sophia

Dari perjalanan sejarah Hagia Sophia yang begitu panjang, hingga membuat bangunan ini menjadi salah satu bangunan bersejarah sekaligus situs warisan dunia, Hagia Sophia juga tak lepas dari sejarah perubahan konstruksi.

Sebelum menjadi bangunan yang sangat indah seperti bisa Kamu lihat saat ini, Hagia Sophia pernah beberapa kali mengalami perubahan dan penambahan konstruksi. Termasuk ketika fungsinya berubah, ada perubahan dan penambahan yang dilakukan.

Era Pertama Hagia Sophia

Pembangunan pertama Hagia Sophia dilakukan pada abad ke-3, tepatnya pada tahun 360 M. Saat pertama kali dibangun, konstruksi Hagia Sophia memiliki atap kayu.

Hingga kemudian pada tahun 404M, terjadi kerusuhan akibat konflik politik keluarga Arkadios di Konstatinopel. Kerusuhan ini menyebabkan konstruksi awal Hagia Sophia ini terbakar.

Era Kedua Hagia Sophia

Pasca peristiwa dibakarnya Hagia Sophia, bangunan ini kembali dibangun. Pembangunan ini diprakarsai oleh penerus Arkadios, yaitu Theodosios II. Pembangunan kembali Hagia Sophia selesai pada tahun 415 Masehi.

Era kedua dari sejarah Hagia Sophia ini memiliki pintu masuk yang juga ditutup atap dari kayu. Selain itu, terdapat pula buah Nave pada konstruksi kedua ini.

Era Ketiga Hagia Sophia

Namun sayang, tepat satu abad berselang, Hagia Sophia kembali dibakar. Peristiwa pembakaran Hagia Sophia kali ini terjadi selama pemberontakan oleh Nika terhadap Kaisar Justinia I. Karena kerusakan yang sangat parah, pada tahun 532 Justinian justru memerintahkan pembongkaran terhadap Hagia Sophia.

Pembangunan kembali Basilika diserahkan kepada dua arsitek terkenal, yaitu Isidoros dan Anthemios. Konstruksi ketiga yang selesai dikerjakan pada tahun 537 inilah yang menjadi konstruksi Hagia Sophia hingga saat ini.

  • Perubahan Konstruksi Hagia Sophia

Mengikuti perjalanan sejarah Hagia Sophia yang berganti fungsi seiring dengan pergantian kekuasaan, struktur dan konstruksinya pun mengalami perubahan yang cukup signifikan. Perubahan terutama terjadi pada masa Kesultanan Ottoman.

Perubahan paling utama yang dilakukan adalah perbaikan pada desainnya yang secara struktur dianggap cacat. Hal ini dikarenakan kubah utamanya yang berat, hanya bertengger pada satu buah Basilika panjang. Penopang kemudian ditambahkan di bagian sisinya agar tidak runtuh.

Pada masa ini pula, karena fungsinya diubah menjadi masjid, berbagai mosaik serta lukisan yang memiliki corak kristen akhirnya ditutup dan diplester. Sebagai gantinya, dilukislah kaligrafi berlafadz Allah dan Muhammad serta cucu Rasulullah dan empat khalifah pertama pada beberapa bagian interiornya.

interior hagia sophia
Photo by Abdullah Öğük on Unsplash

Perubahan lain juga dilakukan, lebih tepatnya penambahan pada konstruksi dasar. Agar menambah kesan Islami beberapa arsitek Islam menambahkan sentuhan pada bangunan ini.

Contohnya penambahan mihrab, pendirian empat buah menara yang digunakan sebagai tempat melantunkan adzan hingga pendirian perpustakaan, bangunan yang berfungsi sebagai Madrasah dan dapur umum.

Kubah Hagia Sophia, Keunikan dan Ciri Khas

Img: Arthur bogacki

Berbicara tentang Hagia Sophia, tidak hanya soal sejarahnya. Sejarah Hagia Sophia yang melalui perjalanan panjang serta mengalami berbagai masa dan perubahan fungsi menurut saya merupakan sebuah informasi yang sangat menarik. Namun semua pasti setuju dengan pendapat saya, bahwa ciri khas Hagia Sophia adalah kubah besarnya.

Saat melihat arsitektur Hagia Sophia, Kamu tidak akan bisa mengalihkan fokus pada kubah besar yang bentuknya sangat unik di bagian atas bangunan ini. Kubah ini sendiri merupakan simbol dari Arsitektur Bizantium.

Jika dilihat dari aspek arsitektur, kubah adalah bentuk bola terpotong. Secara logika, proyeksi denahnya berbentuk lingkaran dimana kemudian ditopang kolom-kolom yang mengikuti keliling dari lingkaran. Namun berbeda dengan Hagia Sophia yang denahnya justru berbentuk persegi.

Peralihan dome dari bentuk lingkaran menjadi segi empat, kemudian ditopang oleh bentuk busur yang kemudian diteruskan ke kolom di setiap sudut. Peralihan yang disebut pendetive inilah yang menjadikan struktur Hagia Sophia unik.

Kubah ini memiliki diameter 31,7m dengan tinggi 55,6 dari permukaan lantai dasar. Kubah pusatnya bersandar pada lingkaran jendela yang kemudian juga didukung dua semi kubah serta dua bukaan melengkung.

Dinding kubah terbuat dari emas, kaca, perak, batu dan terracotta, dengan mosaik Buzantium yang sangat rumit. Bagian ini juga tergambar beberapa tokoh terkenal Injil Nasrani.

Pada bagian dasar kubah besar dikelilingi oleh 40 buah jendela kecil. Adanya jendela-jendela kecil ini membuat mosaik emas yang ada di dalamnya tersinari. Saat itulah keindahan kubah ini begitu mempesona siapa saja yang melihatnya.

Untuk jelasnya kamu bisa lihat video di bawah ini bagaimana keindahan hagia sophia tersebut.

Nah, itulah tadi informasi tentang sejarah Hagia Sophia yang bisa Saya sampaikan. Sebagai sebuah bangunan bersejarah dan menjadi warisan kebudayaan dunia, Hagia Sophia bukan hanya menjadi ikon sebuah negara. Ada kisah dan sejarah yang sangat berpengaruh bagi dunia yang harus Kamu ketahui tentang bangunan ini.

Leave a Comment